Suara.com - Cinta ditolak parang bertindak, begitulah yang dilakukan pemuda berinisial MM alias Mahmudi, warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Mahmudi, seperti dilansir laman resmi Polri, Tribratanews, nekat membantai perempuan bernama Neni Agustin (16) yang menolak pinangannya.
Tak hanya sang kekasih, ia juga membantai keluarga perempuan tersebut, Selasa (26/9/2017), di Dusun Kapungan, Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo, Ngawi.
Informasi yang terhimpun, peristiwa berdarah itu berawal saat Mahmudi membawa lari Neni yang tergolong masih di bawah umur.
Keluarga Neni tidak bisa menerima perlakuan Mahmudi. Mereka langsung melaporkan peristiwa itu ke aparat kepolisian.
Agar tak sampai ke meja persidangan, keluarga Mahmudi mendatangi keluarga Neni untuk mediasi. Berkas musyawarah, diputuskan bahwa Mahmudi akan menikahi Neni.
“Tapi, ketika pelaku membawa kelengkapan administratif pernikahan ke rumah keluarga korban, dia kaget ternyata keluarga itu tak mau menikahkan putrinya dengan dirinya,” kata Kapolres Ngawi Ajun Komisaris Besar Nyoman Budiarja, Sabtu (30/9/2017).
Mahmudi yang kecewa berat kalap. Ia langsung mengambil parang di rumah itu dan membantai Neni serta keluarga besarnya.
Baca Juga: Kim Kardashian Kecam Trump Main Golf saat Puerto Rico Sekarat
Setelah membantai, Mahmudi sempat melarikan diri ke wilayah hutan selama sehari. Tapi, karena kelaparan, ia memberanikan diri keluar mencari warung makan.
”Ketika itulah warga melihat keberadaan pelaku dan langsung melaporkan kepada kami. Dia ditangkap tanpa perlawanan. Kini sudah ditahan di sel tahanan,” tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Omzet Tembus Ratusan Juta, UKM Jateng Corner di Bandara Ahmad Yani Siap Manjakan Pelancong
-
Bukan Cuma Soal Cuan, Ini Tips Investasi dari Edukator Keuangan agar Tak Salah Langkah
-
Java United FC Beri Promo Tiket Rp 15.000 untuk Laga Kontra Garudayaksa FC
-
Modal Kimia, Oli Bekas Hitam Jadi Bening, Polisi Bongkar Mafia Oli Palsu Berlabel Pertamina
-
Review Drama Dr. Asura, Kisah Dokter Genius dan Pemberani di Ruang UGD
-
Cegah Karhutla, Dedi Mulyadi Setop Pendakian Gunung di Jabar Selama Musim Kemarau
-
Review Film Harusnya Horror: Ketika Geng Kreator Digital Masuk Layar Lebar, Berhasil atau Cringe?
-
Kredit Tumbuh Agresif, Begini Strategi BRI Jaga Kualitas Aset dan Likuiditas
-
Sosok Anwar Hafid Gubernur Sulawesi Tengah, yang Panen Pujian Berkat Utas Arie Kriting
-
Gempa M 4,3 Guncang Cianjur, Getaran Terasa hingga Jakarta