Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengungkap dua pelaku dari massa Bonek, julukan suporter Persebaya, yang menewaskan dua pendekar anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dalam bentrokan pada Minggu (1/10) dini hari.
Dua pelaku tersebut masing-masing MJ (24) warga Jalan Pogot Surabaya, dan MS (19), warga Jalan Balongsari Surabaya.
"Kedua pelaku ini adalah oknum Bonek. Kenapa saya sebut oknum, karena sesungguhnya tidak ada suporter sepak bola yang ingin bermain kekerasan," ujar Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Muhammad Iqbal dalam jumpa pers di Surabaya, Kamis.
Peristiwa tersebut bermula pada saat massa bonek bersinggungan dengan sejumlah anggota perguruan silat PSHT di Jalan Tambak Osowilangon Surabaya usai laga kandang Persebaya melawan Persigo Semeru FC sekitar pukul 23.00 WIB, Sabtu (30/9) malam.
Saat itu sebenarnya polisi berhasil membubarkan kedua kubu yang terlibat bentrok, namun ternyata massa bonek masih melakukan penghadangan di Jalan Balongsari Surabaya yang berakibat dua anggota PSHT, yaitu Eko Tristanto (23) dan Anis (20), keduanya warga Bojonegoro, meninggal dunia, setelah sepeda motornya dibakar, pada sekitar pukul 00.30 WIB, Minggu (1/10) dini hari.
"Kami bergerak cepat di bawah pimpinan Kasat Reskrim Leonard Sinambela, yang telah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus ini," ujar Iqbal.
Penangkapan kedua pelaku, menurut dia, berdasarkan beberapa alat bukti rekaman video peristiwa dari beberapa kamera telepon seluler yang dikumpulkan polisi dari sejumlah saksi.
"Ada juga barang bukti darah yang telah kami lakukan pemeriksaan ilmiah. Hasilnya darah itu identik dengan dua tersangka ini," katanya, menjelaskan.
Iqbal, lebih lanjut, mengucapkan terima kasih kepada kedua kubu dari masing-masing anggota bonek dan PSHT yang turut membantu pengungkapan kasus ini.
"Kedua kubu, bonek dan PSHT, telah sepakat menyerahkan proses hukum kepada kepolisian dan mereka ikut membantu menyerahkan bukti-bukti yang kami butuhkan sehingga dua pelaku ini cepat tertangkap," katanya.
Mantan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya itu memastikan pihaknya masih terus mengembangkan penyelidikan kasus ini untuk mencari kemungkinan pelaku lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Berbeda dengan Venezuela, Dino Patti Djalal Menilai Serangan AS-Israel Picu Konflik Berkepanjangan
-
Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah
-
Kabar Duka: Ketua KPAI Margaret Maimunah Meninggal Dunia di Jakarta
-
Bukan Mediator! Eks Wamenlu Dorong Prabowo Kirim Surat ke Trump, Tunda Pasukan TNI ke Gaza
-
Irak Ikut Terseret dalam Konflik Iran-AS-Israel, Tegaskan Tutup Wilayah Udara
-
Adian Napitupulu Kecam Agresi AS-Israel ke Iran: Board of Peace atau Board of War?
-
Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!
-
Profil Masoud Pezeshkian, Presiden Iran Berlatar Belakang Dokter Perang
-
Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Terhadap Iran di Sidang PBB
-
Ali Khamenei Gugur, Tugas Pemimpin Tertinggi Iran Diambil Alih Dewan Sementara