Untuk memakai ruangan tersebut diatur pakai sistem tanggal genap - ganjil, wanita - pria. Pada tanggal genap, pria dapat menggunakan dari jam 06.00 sampai 08.00 dan langsung masuk ke kamar masing-masing, sedangkan wanita dari jam 17.00 sampai jam 18.00. Untuk tanggal ganjil kebalikan dari tanggal genap.
Kamar tahanan pria dan wanita letaknya bersebelahan.
Tahanan pria dan wanita memiliki jadwal yang berbeda-beda sehingga sangat kecil kemungkinan mereka bertemu satu sama lain. Blok wanita dan pria memiliki jeruji dan tembok sebagai batas.
Semua tahanan terdata dengan apik. Di sana ada ruang registrasi tahanan, semua berita acara, semua data tahanan tercatat. Tahanan juga akan selalu diperiksa petugas untuk memastikan tak membawa barang-barang masuk ke kamar.
Fasilitas kesehatan juga diberikan. Rutan memiliki dokter dan suster yang bertanggungjawab menjaga kesehatan tahanan.
Dua dokter bekerja saling berganti. KPK juga menyediakan mobil ambulans.
Untuk menjaga ketertiban, petugas telah memasang kamera pengintai yang ditempatkan di setiap sudut ruang. Semua gerak-gerik tahanan terpantau. (Julistania)
Tag
Berita Terkait
-
OTT Bupati Lombok Barat, KPK Bawa 7 Orang ke Jakarta
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Usai Nobar Final Pildun, Ruangan Bupati Lombok Barat Disegel KPK, Keberadaan Bupati Jadi Misteri
-
Kasus Pajak di Banjarmasin Belum Selesai, KPK Kembangkan Perkara dengan Sprindik Baru
-
Deratan 15 Kepala Daerah Kena OTT KPK dalam Kurun Waktu 1 Tahun
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan