Kepala Pusat Penerangan TNI Brigadir Jenderal Wuryanto [suara.com/Nikolaus Tolen]
Markas Besar Tentara Nasional Indonesia mengamankan 5.932 butir amunisi berstandar militer milik Kepolisian RI yang diimpor dari Bulgaria.
"Standar non militer sangat jelas sesuai inpres nomor 9. Itu bahwa amunisi standar militer di atas 5,6 mm. Sedangkan standar nonmiliter di bawah kaliber itu," kata Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderla Wuryanto di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).
Wuryanto mengatakan TNI mengamankan amunisi tersebut sebagaimana perintah undang-undang bahwa Polri tidak dapat memiliki senjata berstandar militer.
"Kami hanya menegakkan aturan yang berlaku. Sampai kapan akan ditahan ya tentu sampai ada aturan sendiri yang mengatur," ujar Wuryanto.
Semalam, amunisi tersebut sudah dipindahkan ke gudang Markas Besar TNI. Wuryanto memastikan amunisi akan aman sampai ada peraturan yang mengizinkan Polri memilikinya.
"TNI bertanggungjawab pada saat pengamanan. Pasti aman di gudang penyimpanan amunisi Mabes TNI yang punya standar keamanan," tutur Wuryanto.
Wuryanto mengatakan amunisi dalam 71 koli tersebut disertai katalog yang menjelaskan standar dan keistimewaan amunisi. Selain itu juga dijelaskan kalau amunisi memiliki jangkauan dalam radius mematikan 9 meter dengan jarak capai 400 meter.
"Keistimewaan amunisi ini, setelah meledak pertama, kemudian meledak yang kedua dan menimbulkan pecahan-pecahan berupa logam-logam kecil yang melukai maupun mematikan," tutur Wuryanto.
Keistimewaan lainnya amunisi tersebut bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah lepas dari laras.
"Ini luar biasa. TNI sendiri sampai hari ini tidak mempunyai amunisi sejenis itu. Mempunyai kemampuan seperti itu," kata Wuryanto.
"Jadi Ini penjelasan dari kelanjutan dari apa yang dijelaskan oleh Kadiv Humas Polri setelah penjelasan dari menkopolhukam," Wuryanto menambahkan.
Pada Jumat (29/9/2017), 280 pucuk senjata jenis Arsenal Stand Alone Grenade Launcher dan amunisi yang diimpor dari Ukraina juga diamankan BAIS TNI setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Senjata tersebut diimpor PT. Mustika Duta Mas untuk didistribusikan ke Brimob Polri.
"Senjatanya sudah diserahkan ke Mabes Polri. Jumlahnya 280 itu. Amunisinya yang kita amankan," kata Wuryanto.
"Standar non militer sangat jelas sesuai inpres nomor 9. Itu bahwa amunisi standar militer di atas 5,6 mm. Sedangkan standar nonmiliter di bawah kaliber itu," kata Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderla Wuryanto di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).
Wuryanto mengatakan TNI mengamankan amunisi tersebut sebagaimana perintah undang-undang bahwa Polri tidak dapat memiliki senjata berstandar militer.
"Kami hanya menegakkan aturan yang berlaku. Sampai kapan akan ditahan ya tentu sampai ada aturan sendiri yang mengatur," ujar Wuryanto.
Semalam, amunisi tersebut sudah dipindahkan ke gudang Markas Besar TNI. Wuryanto memastikan amunisi akan aman sampai ada peraturan yang mengizinkan Polri memilikinya.
"TNI bertanggungjawab pada saat pengamanan. Pasti aman di gudang penyimpanan amunisi Mabes TNI yang punya standar keamanan," tutur Wuryanto.
Wuryanto mengatakan amunisi dalam 71 koli tersebut disertai katalog yang menjelaskan standar dan keistimewaan amunisi. Selain itu juga dijelaskan kalau amunisi memiliki jangkauan dalam radius mematikan 9 meter dengan jarak capai 400 meter.
"Keistimewaan amunisi ini, setelah meledak pertama, kemudian meledak yang kedua dan menimbulkan pecahan-pecahan berupa logam-logam kecil yang melukai maupun mematikan," tutur Wuryanto.
Keistimewaan lainnya amunisi tersebut bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah lepas dari laras.
"Ini luar biasa. TNI sendiri sampai hari ini tidak mempunyai amunisi sejenis itu. Mempunyai kemampuan seperti itu," kata Wuryanto.
"Jadi Ini penjelasan dari kelanjutan dari apa yang dijelaskan oleh Kadiv Humas Polri setelah penjelasan dari menkopolhukam," Wuryanto menambahkan.
Pada Jumat (29/9/2017), 280 pucuk senjata jenis Arsenal Stand Alone Grenade Launcher dan amunisi yang diimpor dari Ukraina juga diamankan BAIS TNI setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Senjata tersebut diimpor PT. Mustika Duta Mas untuk didistribusikan ke Brimob Polri.
"Senjatanya sudah diserahkan ke Mabes Polri. Jumlahnya 280 itu. Amunisinya yang kita amankan," kata Wuryanto.
Komentar
Berita Terkait
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Bareskrim Tetapkan 291 Tersangka dalam Kasus Judol Internasional di Hayam Wuruk
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas
-
Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya
-
Tinggalkan Jejak Berdarah! 10 Anggota Aktif OPM Sorong Raya Kembali Peluk NKRI
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah