Suara.com - Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Suwondo Nainggolan menyampaikan, truk tronton berisi 315 paket ganja siap edar ternyata sudah didesain selama hampir satu bulan. Lantai bak truk yang dibawa sopir bernama Agam (45) itu telah dimodifikasi untuk bisa mengirim ganja asal Aceh.
"Bak truk itu sudah didesain selama sebulan," kata Suwondo di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, Senin (16/10/2017).
Namun, Suwondo tak merinci siapa yang telah merancang bak truk itu agar bisa menyimpan ratusan paket ganja untuk diedarkan ke Jakarta.
"Mereka pasti sudah rencanakan, hambatan yang bakal mereka hadapi dalam perjalanan. Tiap saat pelaku kembangkan inovasi melakukan kejahatannya," kata dia.
Suwondo menyampaikan, truk itu memang sengaja dimodif di bagian lantai bak agar bisa mengelabui petugas selama perjalanan dari Aceh. Secara kasat mata, kata dia, bentuk truk tersebut tak berbeda dengan angkutan barang lainnya.
"Dipakai untuk mengelabui petugas selama melintas di jalanan itu," katanya.
Saat ditangkap di rest area Tol Tangerang-Jakarta Km 42, Balaraja, Tangerang Selatan, Jumat (13/10/2017) sekitar pukul 04.30 WIB, polisi juga awalnya tak menemukan paketan ganja.
Namun, kata Suwondo lagi, polisi menemukan ada kejanggalan di lantai bak truk tersebut. Alhasil, setelah bagian lantai dibongkar, polisi baru menemukan ratusan paket ganja.
"Di bawah baknya ada lagi bak buatan. Itu harus dibongkar pakai linggis segala macam, di bawah itu ditaruhnya," kata dia.
Truk pengangkut ratusan kilogram ganja asal Aceh yang ditangkap. [Suara.com/Welly Hidayat]
Pengungkapan modus pengiriman ganja menggunakan truk tronton itu berawal ketika polisi menangkap S alias Razali dan GS, penumpang mobil Calya yang membawa ganja seberat 38.512 gram di tol Tangerang-Jakarta Km 23, Curug, Tangerang.
Keduanya ditangkap setelah bertransaksi dengan Agam, sopir truk yang mengangkut ratusan paket ganja.
Dari proses pengembangan, polisi kemudian menangkap Jali alias Y (35), bandar dari pengiriman ratusan paket ganja tersebut. Jali diringkus saat berada di rumah kontrakan di kawasan Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Jumat siang.
Namun, saat dilakukan pengembangan ke lokasi lain di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jali ditembak mati lantaran dianggap melawan petugas.
Total barang bukti paketan ganja yang dibawa truk tronton dan mobil Calya tersebut berjumlah 386.273 gram.
Dalam kasus ini, para tersangka dikenakan Pasal 113 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 111 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?
-
BRIN Minta Maaf atas Kesalahan Desain Lambang Garuda di Konten Hari Lahir Pancasila
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik