Akbar Tandjung [suara.com/Dian Rosmala]
Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar Tandjung tidak sependapat dengan sikap Ketua Umum Setya Novanto terkait rencana pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi yang digagas Polri.
Akbar menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi sudah cukup baik dalam melakukan pemberantasan korupsi.
"KPK sudah cukup baik. Kita tetap membutuhkan institusi seperti KPK yang memang kita melihat mereka telah lakukan tugasnya dengan baik," kata Akbar di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan Kamis (19/10/2017).
Namun jika pemerintah memiliki alasan khusus dan dirasa perlu membentuk Densus Tipikor, kata Akbar, tentu itu hak pemerintah.
"Tapi saya tetap berpendapat KPK telah berjalan dengan baik, cukup bagus dengan adanya institusi KPK," ujar Akbar.
Negara-negara di Eropa, katanya, juga sudah memiliki lembaga seperti KPK dan itu sangat efektif untuk berantas korupsi.
"Usianya juga panjang. Nah KPK ini kita lihat juga sudah menjalankan tugasnya dengan baik," kata Akbar.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mendukung pembentukan Densus Tipikor. Bahkan, ia memerintahkan Fraksi Golkar di DPR untuk mengawal pembentukan densus tersebut.
"Tentu kita mendukung karena dengan densus ini sama dengan hal-hal yang lain. Kemudian kerja sama antara Kepolisian, Kejaksaan, KPK tentu akan bersama-sama," kata Novanto.
Presiden Joko Widodo mengatakan Densus Tipikor masih tahap wacana yang disampaikan Polri. Jokowi mengatakan wacana tersebut akan dibahas dalam rapat terbatas yang akan berlangsung pekan depan.
"Rencana itu masih usulan, Minggu depan kami bahas dalam ratas," kata Jokowi usai menutup Kongres XI Legiun Veteran RI di Hotel Borobudur, Jakarta.
Jokowi tidak berbicara lebih jauh mengenai Densus Tipikor. Dia mengatakan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto yang akan memberikan penjelasan.
"Untuk lebih lengkap ke pak menkopolhukam," ujar dia.
Akbar menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi sudah cukup baik dalam melakukan pemberantasan korupsi.
"KPK sudah cukup baik. Kita tetap membutuhkan institusi seperti KPK yang memang kita melihat mereka telah lakukan tugasnya dengan baik," kata Akbar di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan Kamis (19/10/2017).
Namun jika pemerintah memiliki alasan khusus dan dirasa perlu membentuk Densus Tipikor, kata Akbar, tentu itu hak pemerintah.
"Tapi saya tetap berpendapat KPK telah berjalan dengan baik, cukup bagus dengan adanya institusi KPK," ujar Akbar.
Negara-negara di Eropa, katanya, juga sudah memiliki lembaga seperti KPK dan itu sangat efektif untuk berantas korupsi.
"Usianya juga panjang. Nah KPK ini kita lihat juga sudah menjalankan tugasnya dengan baik," kata Akbar.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mendukung pembentukan Densus Tipikor. Bahkan, ia memerintahkan Fraksi Golkar di DPR untuk mengawal pembentukan densus tersebut.
"Tentu kita mendukung karena dengan densus ini sama dengan hal-hal yang lain. Kemudian kerja sama antara Kepolisian, Kejaksaan, KPK tentu akan bersama-sama," kata Novanto.
Presiden Joko Widodo mengatakan Densus Tipikor masih tahap wacana yang disampaikan Polri. Jokowi mengatakan wacana tersebut akan dibahas dalam rapat terbatas yang akan berlangsung pekan depan.
"Rencana itu masih usulan, Minggu depan kami bahas dalam ratas," kata Jokowi usai menutup Kongres XI Legiun Veteran RI di Hotel Borobudur, Jakarta.
Jokowi tidak berbicara lebih jauh mengenai Densus Tipikor. Dia mengatakan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto yang akan memberikan penjelasan.
"Untuk lebih lengkap ke pak menkopolhukam," ujar dia.
Komentar
Berita Terkait
-
Siapkan Putri Akbar Tandjung untuk Pilkada Solo, Ketum Golkar: Masih Muda Juga
-
Mahfud MD Bertemu Jusuf Kalla hingga Akbar Tanjung: Ilmu Tanpa Moral dan Etika Itu Merusak
-
Jokowi Blusukan ke Golkar Sejak 2004: Pernah Ketemu dengan Akbar Tanjung di Bambu Apus
-
Wawancara Sekar Tandjung, Putri Akbar Tanjung Terjun ke Politik Demi Teruskan Jejak Ayahnya
-
Diusung Golkar Jadi Cawapres Prabowo, Gibran Cium Tangan Akbar Tanjung Hingga Aburizal Bakrie
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan
-
Operasi Pekat Jaya Sepekan, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku Tawuran, 56 Sajam Disita
-
Telak! Baru 7 Hari Dilantik Menkeu Purbaya, Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagsel Diciduk KPK
-
Prabowo Naikkan Gaji Hakim untuk Cegah Penegak Hukum Korupsi, Eks Ketua KPK: Tak Sesederhana Itu
-
Saat 16 Ormas Sepakat RI Gabung BoP, Israel Masih Terus Serang Palestina
-
Ciduk Kepala Pajak Banjarmasin Lewat OTT, KPK Sita Duit Tunai Lebih dari Rp1 Miliar
-
Buntut Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Komisi X DPR Bakal Panggil Mendikdasmen Pekan Depan
-
Abraham Samad Akui Minta Prabowo Agar 57 Eks Pegawai Gagal TWK Abal-abal Kembali ke KPK
-
Kapolres Ngada Ungkap Kematian Bocah 10 Tahun di NTT Bukan Akibat Ingin Dibelikan Buku dan Pena
-
Pramono Optimis Transjabodetabek Rute Soetta Bakal Diserbu: Bayar Rp3.500, Siapa yang Nggak Mau?