Ketua Umum Golkar Setya Novanto dan Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie melakukan pertemuan di Bakrie Tower, Jakarta, Senin (28/11).
Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie membantah elektabilitas partainya turun. Menurut dia yang terjadi justru sebaliknya.
"Naik lho, siapa bilang turun?" kata Aburizal di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (19/10/2017).
Pernyataan Aburizal untuk pemberitaan media yang mengutip kajian lembaga survei yang menyebutkan elektabilitas partai berlambang pohon beringin menurun karena Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto terjerat kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.
Tetapi, Aburizal tidak menampik elektabilitas Partai Golkar sempat merosot. Penyebabnya bukan kasus Novanto, melainkan soliditas internal yang terganggu.
"Sekarang masalahnya bukan di situ. Masalahnya bukan soal ketua umum. Kalau kita sudah bersatu seperti tadi, naik lagi (elektabilitas) Golkar," ujar Aburizal.
Aburizal mengatakan masalah Novanto tidak mengganggu Golkar.
"Tidak menjadi masalah, kalau sudah tersandung. Yang penting program-programnya. Kita lihat kan sekarang naik lagi," kata Aburizal.
"Naik lho, siapa bilang turun?" kata Aburizal di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (19/10/2017).
Pernyataan Aburizal untuk pemberitaan media yang mengutip kajian lembaga survei yang menyebutkan elektabilitas partai berlambang pohon beringin menurun karena Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto terjerat kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.
Tetapi, Aburizal tidak menampik elektabilitas Partai Golkar sempat merosot. Penyebabnya bukan kasus Novanto, melainkan soliditas internal yang terganggu.
"Sekarang masalahnya bukan di situ. Masalahnya bukan soal ketua umum. Kalau kita sudah bersatu seperti tadi, naik lagi (elektabilitas) Golkar," ujar Aburizal.
Aburizal mengatakan masalah Novanto tidak mengganggu Golkar.
"Tidak menjadi masalah, kalau sudah tersandung. Yang penting program-programnya. Kita lihat kan sekarang naik lagi," kata Aburizal.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Sinyal Bahaya? Legislator Golkar Soroti Tekanan Struktural di Balik Melebarnya Defisit APBN 2025
-
Ingatkan Pemerintah Jangan Terburu-buru Naikkan Harga BBM, DPR: Harus Jadi Opsi Paling Akhir
-
Hadir di Acara Golkar, Pramono Anung Merasa Di Rumah Sendiri
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi
-
Pusaran Korupsi Fadia Arafiq Seret Suami yang Anggota DPR dan Anak, Begini Respons Golkar
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Hari Ini, 35 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta dari Gambir dan Pasar Senen
-
Jakarta Gelar Car Free Night di Sudirman-Thamrin Saat Malam Takbiran
-
Wamen HAM Soroti Perbedaan Informasi Polri-TNI dalam Kasus Penyiraman Andrie Yunus
-
Afghanistan Rayakan Idulfitri Hari Ini, Hilal Telah Terlihat di Beberapa Provinsi
-
Tradisi 200 Tahun, Ribuan Jemaah Syattariyah Nagan Raya Rayakan Idul Fitri Hari Ini
-
Arab Saudi Tetapkan 1 Syawal 1447 H Tanggal 20 Maret 2026, Indonesia Tunggu Sidang Isbat
-
Koalisi Sipil Desak Tersangka Prajurit TNI Kasus Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum
-
Perantau Bangka Belitung Bahagia Mudik Gratis Pakai Kapal Perang TNI AL
-
Babak Baru Kasus Air Keras Aktivis KontraS: Siapkah TNI Bongkar Dalang atau Cuma Cari Kambing Hitam?
-
Macet Parah Gilimanuk Makan Korban, Bukti Buruknya Manajemen Mudik