Suara.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), M. Hanif Dhakiri, menyatakan, PT. Panca Buana Cahaya Sukses di Tangerang, Banten, harus bertanggung jawab penuh kepada semua korban kebakaran. Pemerintah, baik pusat maupun daerah akan mengawal pertanggungjawaban perusahaan tersebut.
"Perusahaan harus bertanggung jawab, baik kepada pekerja yang sudah memiliki BPJS Ketenagakerjaan, maupun yang belum," kata Menaker, usai memeriksa pabrik PT. Panca Buana Cahaya Sukses, di Banten, Minggu (29/10/2017) malam.
Selain memeriksa pabrik yang terbakar, Hanif yang juga didampingi Direktur Umum BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, dan Kapolres Tangerang, Komisaris Besar Harry Kurniawan, juga ikut mensalatkan salah satu jenazah korban dan menjenguk para korban yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit.
Berdasarkan data, lanjut Hanif, perusahaan tersebut mengikutsertakan pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan hanya untuk 27 orang. Padahal jumlah pekerja mencapai 103 orang.
Kepada pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan akan menjamin penuh. Bagi korban meninggal dunia, ahli warisnya akan diberikan santunan kecelakaan kerja dan kematian antara Rp170-180 juta. Korban luka-luka yang menjalani perawatan di rumah sakit, seluruh biayanya akan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan sampai sembuh.
Bagamana dengan korban yang bukan peserta BPJS Ketenagakerjaan?
Menurut Menaker, mereka akan menerima santunan dari Kemnaker, BPJS Ketenagakerjaan, dan dari pemerintah daerah. Namun perusahaan wajib menanggung semua beban pekerja yang meninggal dunia maupun yang luka-luka sesuai standar BPJS Ketenagakerjaan.
"Intinya, perusahaan harus tetap bertanggung jawab atas semua korban yang bukan peserta BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah daerah akan mengawal hingga pemenuhan hak diberikan," katanya.
Pabrik kembang api PT. Panca Buana Cahaya Sukses terbakar pada Jumat (27/10/2017). Kebakaran yang disertai ledakan tersebut mengakibatkan ak 48 orang tewas dan 46 lainnya luka-luka. Sebagian diantaranya masih dalam kondisi kritis. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit, seperti RS. Bun, RSUD Tangerang, dan RS Ciputra.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan