Satu korban yang meninggal atas nama Surnah (14 tahun) berhasil diidentifikasi dan telah diserahkan kepada keluarga korban untuk dibawa ke kampung halamannya di Tangerang, Banten. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Dua kantong jenazah korban kebakaran pabrik mercon, PT. Panca Buana Cahaya Sukses, Kosambi, Tangerang, Banten, tiba dikirim lagi ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (30/10/2017).
Dua kantong jenazah diangkut menggunakan mobil ambulance dan tiba di RS Polri sekitar pukul 18.00 WIB.
Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Komisaris Besar Edy Purnomo mengatakan jenazah akan langsung diperiksa tim. Dia belum dapat memastikan apakah dua kantong jenazah tersebut merupakan dua jenazah atau potongan-potongan organ tubuh.
"Belum kami pastikan. Kan harus diperiksa dulu (post mortem) . Ini kan baru datang (dua kantong jenazah)," kata Edy.
Edy memperkirakan salah satu jenazah dalam kantong tersebut masih utuh.
"Dari yang terlihat kantong jenazah satu terlihat utuh dan satu potongan. Tapi semua masih periksa dulu ya," ujar Edy.
Kepolisian mengoreksi data sebelumnya yang menyebutkan 47 jenazah ditemukan terbakar di dalam pabrik pada Kamis (26/10/2017). Ternyata setelah diteliti di rumah sakit, hanya 44 jenazah. Tiga kantong jenazah lainnya ketika itu hanya berupa potongan-potongan organ tubuh.
Kemarin hingga hari ini, jumlah korban bertambah dua orang. Kedua korban sebelumnya dirawat di RSUD Tangerang.
Tim forensik dokter sudah berhasil mengidentifikasi sebanyak 15 jenazah yang ditemukan di pabrik melalui data post mortem dan data antem mortem.
Saat ini, tim dokter Rumah Sakit Polri masih melakukan identifikasi terhadap 29 jenazah, dokter masih menunggu hasil ante mortem dari anggota keluarga.
Tiga orang telah ditetapkan menjadi tersangka kasus tersebut. Mereka adalah pemilik perusahaan bernama Indra Liyino, Direktur Operasional PancaBuana Cahaya Sukses bernama Andri Hartanto, dan tukang las bernama Suparna Ega.
Dua kantong jenazah diangkut menggunakan mobil ambulance dan tiba di RS Polri sekitar pukul 18.00 WIB.
Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Komisaris Besar Edy Purnomo mengatakan jenazah akan langsung diperiksa tim. Dia belum dapat memastikan apakah dua kantong jenazah tersebut merupakan dua jenazah atau potongan-potongan organ tubuh.
"Belum kami pastikan. Kan harus diperiksa dulu (post mortem) . Ini kan baru datang (dua kantong jenazah)," kata Edy.
Edy memperkirakan salah satu jenazah dalam kantong tersebut masih utuh.
"Dari yang terlihat kantong jenazah satu terlihat utuh dan satu potongan. Tapi semua masih periksa dulu ya," ujar Edy.
Kepolisian mengoreksi data sebelumnya yang menyebutkan 47 jenazah ditemukan terbakar di dalam pabrik pada Kamis (26/10/2017). Ternyata setelah diteliti di rumah sakit, hanya 44 jenazah. Tiga kantong jenazah lainnya ketika itu hanya berupa potongan-potongan organ tubuh.
Kemarin hingga hari ini, jumlah korban bertambah dua orang. Kedua korban sebelumnya dirawat di RSUD Tangerang.
Tim forensik dokter sudah berhasil mengidentifikasi sebanyak 15 jenazah yang ditemukan di pabrik melalui data post mortem dan data antem mortem.
Saat ini, tim dokter Rumah Sakit Polri masih melakukan identifikasi terhadap 29 jenazah, dokter masih menunggu hasil ante mortem dari anggota keluarga.
Tiga orang telah ditetapkan menjadi tersangka kasus tersebut. Mereka adalah pemilik perusahaan bernama Indra Liyino, Direktur Operasional PancaBuana Cahaya Sukses bernama Andri Hartanto, dan tukang las bernama Suparna Ega.
Komentar
Berita Terkait
-
Hukum Menyalakan Petasan dalam Islam: Perbuatan Bahaya dan Mubazir
-
5 Fakta Ledakan Bahan Petasan di Magelang: Belasan Rumah Hancur, Jasad Korban Tak Utuh
-
Ledakan Petasan Maut di Magelang, Satu Orang Meninggal dan 11 Rumah Rusak
-
Ledakan Dahsyat di Blitar, Ketahui 4 Risiko Bermain Petasan
-
Kronologi Ledakan Rumah Produksi Mercon di Blitar, Ada Korban Tertimbun Puing Bangunan
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
Terkini
-
Curhat Warga Pinggir Rel ke Prabowo soal Relokasi: Asal Jangan Neko-neko dan Bukan Cuma Katanya
-
DPR Desak Transparansi Serangan di Lebanon: Jangan Sampai Kematian Prajurit TNI Tanpa Kejelasan
-
Saluran Limbah Teras Malioboro Meledak, Tiga Wisatawan Asal Bengkalan Terluka
-
Donald Trump Secara Terbuka Isyaratkan Ingin Ambil Minyak Iran dan Rebut Pulau Kharg
-
Kejagung Hormati Sikap DPR, Tegaskan Proses Hukum Amsal Sitepu Tetap Berjalan
-
Komnas HAM Nilai Kasus Andri Yunus Penuhi Unsur Pelanggaran HAM, Tapi Tunggu Keputusan Internal
-
'Brownis Jaksa' Jadi Sorotan, Kejagung Bantah Intimidasi Amsal Sitepu: Itu Program Humanis
-
Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah
-
Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan
-
Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit