"Selain Deisti Astriani Tagor, ada juga Reza Herwindo sebagai pemilik saham?" tanya jaksa Taufiq.
"Tidak tahu," jawab Setnov.
"Di dokumen kami, selain Deisti Astriani Tagor ada juga Reza Herwindo yang punya 30 persen kepemilikan saham, apakah pernah disampaikan?" tanya jaksa Taufiq.
"Tidak tahu. Ini e-KTP tahun berapa sampai berapa?" kata Setnov bertanya balik.
"Tahun 2010-2011," jawab jaksa Taufiq.
"Kalau yang kepemilikan ini tahun berapa?" tanya Setnov.
"Ini terkait Deisti tahun 2008," jawab jaksa Taufiq.
"Jadi apa kaitannya?" tanya Setnov balik.
"Betul memang 2008 karena PT Murakabi terkait di sini," jawab jaksa Taufiq.
Baca Juga: Soal Alexis, Anies Jelaskan Pemasukan Pemprov yang 'Halal'
Akhirnya jaksa bisa menguasai pertanyaan dengan kembali menanyakan Setnov mengenai peran keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, yang menjabat sebagai direktur PT Murakabi Sejahtera tahun 2008-2011.
"Selain Irvanto apakah tahu ada orang yang menjadi pengurus di PT Murakabi?" tanya jaksa Taufiq.
"Tidak," jawab Setnov.
"Kenal Dwina Michaela?" tanya jaksa Taufiq.
"Iya, anak saya," jawab Setnov.
"Tahu dia jadi komisaris di PT Murakabi tahun 2011?" tanya jaksa Taufiq.
"Tidak tahu," jawab Setnov.
"Pernah punya alamat di gedung Imperium lantai 27?" tanya jaksa Taufiq.
"Saya baru tahu sampai 2014, nama saya dipakai di surat itu padahal perasaan saya sudah serahkan ke Deniarto," jawab Setnov.
"Dari dokumen kita apakah kepemilikan sejak 1997?" tanya jaksa Taufiq.
"Saya ikut dokumen," jawab Setnov.
"Di Mondialindo ada nama istri bapak, lalu saham terbesar Murakabi dipegang Mondialindo kok dilalah Mondialindo juga berkantor di gedung Imperium lantai 27 seperti yang Anda miliki?" tanya jaksa Abdul Basir.
"Seperti yang saya terangkan, lantai 27 pernah dijual ke almarhum Heru Taher karena Pak Heru ingin sekali, saya tidak ingat kenapa saya kasih kepercayaan ke Heru, tahun 2010-2013 sudah saya serahkan," jawab Setnov.
Padahal, berdasarkan akta notaris tertanggal 11 Februari 2014, baru pada tanggal tersebut Setnov menjual lantai bangunan itu, namun bukan ke Heru Taher tapi ke orang lain.
Dalam dakwaan disebutkan, Andi Narogong memberikan uang melalui Direktur PIAK Kemendagri Sugiharto agar diberikan kepada pejabat di Kemendagri dan anggota DPR agar tiga konsorsium yang terkafiliasi dengan Andi yaitu PNRI, Astagraphia dan Murakabi Sejahtera dimenangkan dalam tender KTP-e.
Konsorsium Murakabi Sejahtera terdiri atas PT Murakabi, PT Aria Multi Graphia, PT Stacopa dan PT Sisindocom.
Selain itu disebutkan juga Presiden Direktur PT Avidisc Crestec Interindo, Wirawan Tanzil selaku agent dari cogent diajak Andi Narogong untuk bergabung dalam konsorsium Murakabi, tapi Wirawan memutuskan untuk mengundurkan diri karena menemui situasi yang berisiko tinggi dalam pelaksanaan proyek KTP-e, dan mengingat PT Murakabi Sejahtera ada hubungannya dengan Setnov.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Profil Julita Rista Lestari, Pemimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI
-
Review Juvenile Justice: Ketika Usia Menjadi Tameng bagi Pelaku Kejahatan
-
Rezeki Lancar, 3 Zodiak Ini Diprediksi Finansialnya Makin Hoki pada 17 hingga 23 Agustus 2026
-
35 Link Twibbon HUT ke-81 RI Terbaru dan Gratis, Tinggal Pasang Foto untuk 17 Agustus
-
Sensasi Balap Honda Vario Evo 160 Warnai Kemeriahan AHDC Purwokerto
-
Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Gempa NTT
-
Keluar dari Fase Kelam, Calvin Dores Bangkit dan Tandai 'Kemerdekaan' Lewat Lagu 'Sampai Kapankah'
-
Sehari Usai Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan 3.500 Personel TNI-Polri
-
Bukan Sekadar Hiasan, Momen Warga Garut Bentangkan Bendera Merah Putih 700 Meter
-
HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol