Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (tengah) didampingi Anggota Dewan Syuro PKB Abdul Ghofur (kedua kiri) menggelar dialog keagamaan, di Jakarta, Minggu (3/9). Dialog itu antara lain membahas krisis etnis Rohingya di Myanmar. [Suara.com/Oke Atmaja]
Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar berharap Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno mencarikan solusi untuk mantan karyawan Hotel dan Griya Pijat Alexis setelah izin usaha tempat tersebut tak diperpanjang.
"Kami hormati langkah gubernur sebagai langkah baik untuk menata Jakarta. Tentu harus dicari solusi komprehensif. Langkah kerjanya bagaimana. Jangan sampai berceceran di jalan," kata Muhaimin di kantor DPP PKB, Menteng, Jakarta, Jumat (3/11/2017).
Ada seribuan karyawan Alexis yang kini dirumahkan manajemen perusahaan setelah permohonan perpanjangan izin usaha tak dikabulkan pemerintah.
Lebih jauh, Muhaimin juga berharap pemerintah Jakarta mengawasi dan menindak tempat-tempat hiburan lain yang berbau prostitusi.
"Ya yang adil semua, berlaku adil," kata ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa.
"Kami hormati langkah gubernur sebagai langkah baik untuk menata Jakarta. Tentu harus dicari solusi komprehensif. Langkah kerjanya bagaimana. Jangan sampai berceceran di jalan," kata Muhaimin di kantor DPP PKB, Menteng, Jakarta, Jumat (3/11/2017).
Ada seribuan karyawan Alexis yang kini dirumahkan manajemen perusahaan setelah permohonan perpanjangan izin usaha tak dikabulkan pemerintah.
Lebih jauh, Muhaimin juga berharap pemerintah Jakarta mengawasi dan menindak tempat-tempat hiburan lain yang berbau prostitusi.
"Ya yang adil semua, berlaku adil," kata ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa.
Deputi Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Muhamad Rusdi berharap Anies dan Sandiaga tak lepas tangan dengan nasib pekerja Hotel dan Griya Pijat Alexis setelah isin usaha bisnis tersebut tak diperpanjang.
"Karena kalau misalnya tidak diperhatikan oleh pemerintah, ini bahaya. Dia bisa cuma pindah tempat kerjanya saja. Bahaya itu," kata Rusdi di Kantor KPSI, Kramatjati, Jakarta.
Menurut Rusdi pemerintah harus bertanggungjawab memberikan skill serta menyediakan lapangan pekerjaan untuk mereka.
Rusdi mengapresiasi usulan Sandiaga untuk memberdayakan mantan pekerja Alexis lewat program One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship.
"Ini artinya, kewajiban negara yaitu pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mencarikan pekerjaan, itu kewajiban Anies dan Sandi," ujar dia.
Izin Hotel dan Griya Pijat Alexis tidak diperpanjang oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta per 27 Oktober 2017.
Anies mengatakan izin Alexis tidak diperpanjang karena tempat tersebut dinaggap meresahkan masyarakat, salah satunya disinyalir ada kegiatan prostitusi.
"Perlu diketahui di Hotel dan Griya Pijat Alexis tidak pernah ditemukan pelanggaran, baik dalam bentuk narkoba maupun tindak asusila," kata Legal Corporate Alexis Group Lina Novita dalam jumpa pers di Hotel Lexis, Selasa (31/10/2017).
Lina berharap pemerintah memberikan solusi dan bimbingan agar usaha Alexis tetap berjalan dan seribuan pekerja tetap bisa mencari nafkah.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Profil Alex Tirta, Pemilik Hotel Alexis yang Dulu Ditutup Anies Baswedan
-
Menilik 'Menu Istimewa' Hotel Alexis, Surga Dunia yang Karam di Tangan Anies Baswedan
-
Bos Hotel Alexis Alex Tirta Kembali Diperiksa Terkait Kasus Firli Bahuri Jumat Besok
-
Dicecar Wartawan Jelang Pemeriksaan Kasus Pemerasan Pimpinan KPK, Begini Reaksi Alex Tirta
-
Mengenal Alexis, Hotel Milik Alex Tirta yang Ditutup Saat Anies Baswedan Berkuasa
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!
-
Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!
-
Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI
-
Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik
-
Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan
-
KPAI Ungkap Dugaan Pelanggaran Berlapis di Kasus Daycare Litte Aresha Yogyakarta!
-
Hari Kekayaan Intelektual 2026, Kementerian Hukum Dorong Industri Olahraga dan Inovasi Nasional
-
Duel Lawan Begal! Karyawan Sablon di Jakbar Bersimbah Darah Demi Pertahankan Motor dan HP