Suara.com - Seorang kakek berusia 96 tahun berdiskusi tentang tanahnya bersama Presiden Joko Widodo saat penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Stadion Taruna, Sragen, Jawa Tengah.
"Tanah saya dilewati sungai kecil. Lalu dipindah. Nah ada tanah saya lagi yang belum masuk di gambar sertifikat ini," jelas Cipto Wiryosentono asal Desa Jetis, Sragen yang berbicara bahasa Jawa kepada Presiden pada Selasa (7/11/2017).
Cipto yang ternyata veteran TNI itu membawa serta KTP dan kartu tanda anggota persatuan veteran RI yang diperlihatkan kepada Presiden RI.
Presiden membacakan tanggal lahir Cipto yang tertulis 20 Desember 1920.
Sang veteran juga mendoakan kesehatan dan kelancaran karir Presiden Jokowi yang disambut tawa Jokowi maupun masyarakat.
Cipto memiliki tanah yang disertifikasi seluas 304 meter persegi.
Cipto minta kepada Presiden apakah tanahnya yang lain juga masih bisa disertifikasi oleh Badan Pertanahan Nasional.
Sontak warga yang hadir tertawa mendengar permintaan Cipto.
Kendati demikian, Presiden Jokowi menanggapinya dengan meminta kepala BPN kantor wilayah Kabupaten Sragen untuk memeriksanya.
"Nanti dicek oleh BPN Sragen di lapangan. Nanti kalau memang bisa ya jadi sertifikat, kalau tidak bisa ya kan saya nggak tahu di lapangan," kata Presiden.
Usai berbincang bersama Presiden, Cipto yang sudah turun dari panggung usai membacakan Pancasila kembali naik ke panggung untuk meminta sepeda.
"Pak, saya masih bisa bersepeda," ujar Cipto berbahasa Jawa disambut tawa.
Kepala Negara pun meminta Cipto untuk mengambil sepeda tersebut yang berada di sisi panggung.
Dalam acara penyerahan sertifikat tanah bagi rakyat, Presiden telah menyerahkan 10.200 sertifikat kepada 9.072 orang asal Sukoharjo, Sragen, Wonogiri, Boyolali, Karanganyar dan Klaten.
Usai acara penyerahan sertifikat, Presiden kembali ke Solo untuk menyaksikan gladi resik pernikahan putrinya, Kahiyang Ayu, dengan Muhammad Bobby Nasution.
Tag
Berita Terkait
-
Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi
-
Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
-
JK Ungkit Jasanya untuk Jokowi, Golkar Beri Respons Menohok!
-
Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal
-
Sambil Dekap Buku Jokowis White Paper, Rismon Mengaku Bisa Tidur Nyenyak usai SP3
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat