Suara.com - Petugas Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Metro Jaya mengungkap praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya di bawah jembatan layang Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta Selatan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, modus pungli anggota polisi ini adalah memberhentikan kendaraan saat jam pemberlakukan sistem ganjil-genap.
"Modus yang dilakukan oknum anggota Ditlantas Polda Metro Jaya tersebut (adalah) memberhentikan kendaraan dan melakukan pemeriksaan surat-surat saat berlakunya jam ganjil-genap," kata Argo, Rabu (8/11/2017).
Terhadap pengemudi kendaraan yang dihentikan lantaran dianggap melanggar, kemudian dimintai sejumlah uang oleh para oknum polisi tersebut. Uang pungli itu ditujukan agar pengemudi kendaraan tak dikenakan tilang lantaran melanggar sistem ganjil-genap.
"Melakukan penilangan melainkan meminta imbalan sejumlah uang," kata Argo lagi.
Tiga dari empat anggota polisi itu tertangkap basah saat melakukan praktik pungli kepada seorang pengemudi truk. Mereka yang ditangkap antara lain adalah Bripka AM, Brigadir ES, dan Bripda ADP. Sementara, satu anggota polisi lainnya yaitu Brigadir M melarikan diri saat hendak ditangkap.
Selain ketiga anggota, petugas Propam Polda Metro Jaya juga menyita uang sebesar Rp605.000 yang diduga merupakan hasil pungli mereka. Ketiga anggota polisi yang ditangkap tersebut pun telah dibawa ke Sub Bidang Pengamanan Internal Bidpropam Polda Metro Jaya, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
AS Dilaporkan Siapkan Serangan Kilat ke Iran, Sikap Trump Tentukan Perang Dunia?
-
Dedi Mulyadi dan Willy Bongkar Sisi Gelap Gunung Emas: 70 Ribu Gurandil dan Raup 250 Kg Emas
-
Ada Proyek Pipa PAM Jaya, Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalin di R.A. KartiniFatmawati Mulai Besok
-
Malam-malam Mendiktisaintek Brian Yuliarto Datangi Istana, Dibonceng Patwal
-
Suara.com Bersama LMC Gelar 'AI Tools Training for Journalists' di Yogyakarta
-
Pengaduan Pelanggaran Hak Anak ke KPAI Melonjak, Identitas 66 Persen Pelaku Tidak Diungkap
-
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 22 Januari
-
Hirup Udara Bebas, Laras Faizati Ingin Ziarah ke Makam Ayah Hingga Main ke Mal
-
Pakar Hukum Sebut Pilkada Lewat DPRD Suburkan Oligarki dan Renggut Kedaulatan Rakyat
-
Mendagri Pimpin Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra