Suara.com - Keluarga besar Muhammad Bobby Afif Nasution berpamitan kepada keluarga Presiden Joko Widodo setelah proses pernikahan Bobby dengan Kahiyang Ayu di Graha Saba Buana, Solo, Kamis (9/11/2017).
"Kami atas nama keluarga besar Irwin Nasution (Almarhum) mengucapkan banyak terima kasih, di mana proses pernikahan anak kami mulai dari kirab hingga resepsi berjalan lancar dan aman," kata Erwan Nasution, paman Bobby, di Media Center Pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby di Sumber Solo, dikutip dari Antara.
Selain itu, keluarga besar Bobby tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepala anggota aparat keamanan baik TNI maupun Polri, Pemerintah Daerah Kota Surakarta, serta masyarakat Solo yang mendukung kelancaran acara tersebut.
"Kami sekeluarga pada Kamis ini, sekitar pukul 16.00 WIB akan kembali ke Medan Sumatera Utara," kata Erwan adik kandung Irwan.
Menurut Erwan kelurga besar dari Bobby selama di Kota Solo disambut luar biasa oleh keluarga Joko Widodo bersama Ibu Iriana Joko Widodo, serta warga Solo khususnya Wali Kota Surakarta F. X. Hadi Rudyatmo.
Menurut Erwan setelah kembali ke Medan keluarga besar segera menyiapkan prosesi resepsi pernikahan di pihak laki-laki yang akan digelar selama tiga hari sesuai adat Mandailing.
"Bagaimana seperti prosesi di Solo ini, kami berharap di Medan nanti juga berjalan sebaik-baiknya," katanya.
Menyinggung soal Kahiyang Ayu yang diberikan gelar marga, Erwan menjelaskan dia Kahiyang setibanya di Medan akan diberikan marga Siregar dengan upacara adat yang digelar Medan tanggal 21 November 2017.
Bobby-Kahiyang direncanakan menuju Medan pada 19 November, kemudian pada 23 November acara potong kerbau, sedangkan prosesi pesta atau respesi dilaksanakan 24 dan 25 November 2017.
"Kami menyambut kedatangan keluarga Pak Joko Widodo di Medan pada 24 November mendatang," katanya.
Sementara Presiden Joko Widodo setelah mengikuti prosesi pernikahan putrinya pada Selasa (7/11/2017) hingga Rabu (8/11/2017), dan Kamis pagi ini, sudah meninggalkan rumah kediamannya di Sumber untuk kembali ke Jakarta.
"Bapak meninggalkan rumah kediamannya kembali ke Jakarta, sekira pukul 08.00 WIB," kata Koordinator MDC Quirinto.
Tag
Berita Terkait
-
Padahal Sudah Bantu UMKM, Kahiyang Ayu Tetap Dikritik karena Perkara Sepele
-
Kahiyang Ayu Angkat Pesona Batik Sumut di Gebyar Kriya Nusantara dan Jogja ITTAF 2025
-
Pemprov Sumut Dorong Ulos Mendunia, Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO
-
Kahiyang Ayu Ajak Anak PAUD Amalkan Ikrar Anak Indonesia Hebat 2025
-
Sumber dan Harta Kekayaan Bobby Nasution, Pantas Royal Kirim Gift Rp 11 Juta di Acara Dangdut
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila
-
Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia
-
Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK
-
Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar
-
Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
-
Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya
-
Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara
-
Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
-
Amnesty International Sebut Eksekusi Mati Global 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 44 Tahun
-
Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial