Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Tak tampak kekhawatiran pada wajah Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno.
Ketika diminta menanggapi ancaman Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal menarik dukungan kepada pemerintahan Anies Baswedan, Sandiaga menjawab dengan penuh percaya diri.
"Saya masih terus berkomunikasi dan kita memiliki satu komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan buruh dan kami juga ingin hubungan industrial yang baik, ekonomi yang berkeadilan," ujar Sandiaga di Siloam Hospital, Lippo Karawaci, Tangerang, Kamis (9/11/2017).
KSPI kecewa berat. Mereka mencabut dukungan karena menganggap Anies-Sandiaga tak memenuhi janji kampanye. Upah minium porvinsi tahun 2018 yang ditetapkan Anies-Sandiaga hanya Rp3.648.035 atau naik 8,71 persen dari UMP 2017. Padahal, pekerja mengusulkan Rp3,9 juta.
Buruh akan unjuk rasa mengangkat isu penolakan upah minimum Provinsi Jakarta tahun 2018, Jumat (10/11/2017). Mereka juga akan kembali menegaskan sikap mencabut dukungan kepada Anies dan Sandiaga.
Sandiaga menekankan pemerintah tetap memiliki komitmen dalam menyejahterahkan buruh. Sandaiga mengatakan selalu terbuka berdialog dengan mereka.
"Dan dengan teman-teman, ini kita punya agenda bersilaturahim dan kebetulan teman-teman kita masih konsentrasi katanya mau setelah tanggal 10 (November) mau duduk lagi. Insyaallah kita bisa merajut terus kebersamaan untuk hubungan industrial yang lebih baik," kata dia.
Apakah Sandiaga akan segera ketemu Said Iqbal untuk bicara?
"Ya Pak Said Iqbal masih di Genewa, jadi begitu dia pulang kita sudah berkomunikasi lagi," kata Sandiaga.
Deputi Presiden KSPI Muhammad Rusdi mengatakan aksi besok sekaligus untuk menuntut pencabutan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan Formula Kenaikan Upah Minimum.
“PP ini menjadi dasar penentuan upah minimum provinsi. Niat aksi ini sudah lama, karena perpres itulah biang kerok upah minimum yang rendah,” tegas Rusdi, Jumat (3/11/2017).
Ia mengatakan PP Nomor 78 Tahun 2015 itulah yang membuat pemerintah Jakarta menetapkan UMP 2018 sebesar Rp3.648.035.
Menurutnya nilai UMP yang diusulkan buruh sudah didasarkan survei nilai kebutuhan hidup layak plus perkiraan inflasi tahun depan.
"Sebelum ke Istana, kami akan mampir ke Balai Kota Jakarta untuk meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno merevisi ketapan UMP 2018,” kata dia.
Ia berharap Anies-Sandiaga tak perlu malu-malu merevisi UMP. Sebab, tahun 2010, (mantan) Gubernur Fauzi Bowo pernah merevisi ketapan UMP.
“Kami minta Anies-Sandiaga merevisi UMP dari Rp3.648.035 menjadi Rp3.917.000," kata dia.
Rusdi mengatakan aksi akan diikuti 20 ribu hingga 30 ribu buruh dari daerah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
“Buruh dari Jawa Tengah dan Jawa Timur juga akan datang menggunakan kereta dan bus. Aksi ini akan seperti Aksi 212,” kata dia.
Ketika diminta menanggapi ancaman Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal menarik dukungan kepada pemerintahan Anies Baswedan, Sandiaga menjawab dengan penuh percaya diri.
"Saya masih terus berkomunikasi dan kita memiliki satu komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan buruh dan kami juga ingin hubungan industrial yang baik, ekonomi yang berkeadilan," ujar Sandiaga di Siloam Hospital, Lippo Karawaci, Tangerang, Kamis (9/11/2017).
KSPI kecewa berat. Mereka mencabut dukungan karena menganggap Anies-Sandiaga tak memenuhi janji kampanye. Upah minium porvinsi tahun 2018 yang ditetapkan Anies-Sandiaga hanya Rp3.648.035 atau naik 8,71 persen dari UMP 2017. Padahal, pekerja mengusulkan Rp3,9 juta.
Buruh akan unjuk rasa mengangkat isu penolakan upah minimum Provinsi Jakarta tahun 2018, Jumat (10/11/2017). Mereka juga akan kembali menegaskan sikap mencabut dukungan kepada Anies dan Sandiaga.
Sandiaga menekankan pemerintah tetap memiliki komitmen dalam menyejahterahkan buruh. Sandaiga mengatakan selalu terbuka berdialog dengan mereka.
"Dan dengan teman-teman, ini kita punya agenda bersilaturahim dan kebetulan teman-teman kita masih konsentrasi katanya mau setelah tanggal 10 (November) mau duduk lagi. Insyaallah kita bisa merajut terus kebersamaan untuk hubungan industrial yang lebih baik," kata dia.
Apakah Sandiaga akan segera ketemu Said Iqbal untuk bicara?
"Ya Pak Said Iqbal masih di Genewa, jadi begitu dia pulang kita sudah berkomunikasi lagi," kata Sandiaga.
Deputi Presiden KSPI Muhammad Rusdi mengatakan aksi besok sekaligus untuk menuntut pencabutan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan Formula Kenaikan Upah Minimum.
“PP ini menjadi dasar penentuan upah minimum provinsi. Niat aksi ini sudah lama, karena perpres itulah biang kerok upah minimum yang rendah,” tegas Rusdi, Jumat (3/11/2017).
Ia mengatakan PP Nomor 78 Tahun 2015 itulah yang membuat pemerintah Jakarta menetapkan UMP 2018 sebesar Rp3.648.035.
Menurutnya nilai UMP yang diusulkan buruh sudah didasarkan survei nilai kebutuhan hidup layak plus perkiraan inflasi tahun depan.
"Sebelum ke Istana, kami akan mampir ke Balai Kota Jakarta untuk meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno merevisi ketapan UMP 2018,” kata dia.
Ia berharap Anies-Sandiaga tak perlu malu-malu merevisi UMP. Sebab, tahun 2010, (mantan) Gubernur Fauzi Bowo pernah merevisi ketapan UMP.
“Kami minta Anies-Sandiaga merevisi UMP dari Rp3.648.035 menjadi Rp3.917.000," kata dia.
Rusdi mengatakan aksi akan diikuti 20 ribu hingga 30 ribu buruh dari daerah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
“Buruh dari Jawa Tengah dan Jawa Timur juga akan datang menggunakan kereta dan bus. Aksi ini akan seperti Aksi 212,” kata dia.
Komentar
Berita Terkait
-
Riset Ungkap Hanya Jakarta yang Mampu Kejar Kenaikan Biaya Hidup, Daerah Lain?
-
UMP Naik Tiap Tahun, Kenapa Buruh Makin Tertekan Biaya Hidup?
-
Pekerja SPBU Terpapar Uap Berbahaya Tapi Upah Masih di Bawah UMP
-
Buruh Jakarta Masih Ngotot Tolak Gaji Rp5,7 Juta, Pramono Anung: Urusan UMP Sudah Selesai!
-
Pengeluaran Masih Nombok, Buruh Jakarta Desak Pramono Anung Revisi UMP 2026 di Depan Balai Kota
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah