- Ribuan buruh akan berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/1/2026), dipimpin oleh KSPI dan Partai Buruh.
- Tuntutan utama mencakup revisi UMP/UMSP DKI Jakarta dan pengembalian UMSK 19 wilayah di Jawa Barat.
- Aksi ini juga mendesak pemerintah pusat mengambil langkah menyelamatkan sekitar 2.500 pekerja PT Pakerin Mojokerto dari ancaman PHK.
Suara.com - Ribuan buruh yang tergabung dalam berbagai organisasi akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran lagi hari ini, Rabu (28/1/2026).
Aksi massa difokuskan tepat di depan Istana Negara, Jakarta Pusat sebagai titik utama aspirasi rakyat.
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh menjadi motor penggerak dalam gelombang protes yang dijadwalkan berlangsung pukul 10.30 WIB nanti.
"Aksi unjuk rasa akan dipimpin langsung oleh Presiden KSPI yang juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal," tulis keterangan resmi organisasi.
Para buruh menyuarakan kegelisahan mereka melalui tiga tuntutan besar yang ditujukan langsung kepada pemerintah pusat.
Tuntutan pertama menyoroti perlunya revisi terhadap Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) DKI Jakarta yang dinilai terlampau murah.
Isu kedua berkaitan dengan desakan agar pemerintah mengembalikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di 19 wilayah se-Jawa Barat sesuai rekomendasi kepala daerah setempat.
"Revisi UMP dan UMSP DKI yang sangat murah, serta kembalikan UMSK 19 Kabupaten atau Kota se-Jabar sesuai rekomendasi bupati atau wali kotanya," lanjut keterangan resmi organisasi.
Permasalahan pelik mengenai ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal juga menjadi poin utama dalam orasi mereka.
Baca Juga: Prabowo Kumpulkan Pimpinan TNI di Istana, Bahas Arah Strategi Pertahanan
Buruh mendesak pemerintah untuk menyelamatkan ribuan pekerja PT Pakerin Mojokerto yang terancam kehilangan mata pencaharian.
"Selamatkan 2500 buruh PT Pakerin Mojokerto dari PHK akibat ulah pemerintah pusat," bunyi poin tuntutan terakhir dalam keterangan resmi organisasi.
Sebelum bergerak ke depan Istana Negara, massa terlebih dahulu berkumpul di titik kumpul area Patung Kuda depan Indosat dan Menara BSI.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Mabes TNI Akui Sudah Temui Pedagang Es Sudrajat, Harap Polemik Tak Berlanjut
-
Saksi Sebut Mantan Direktur SMP Kemendikbudristek Minta Bantuan Bawahan untuk Lunasi Rumah
-
Harga Kelapa Dunia Melemah, ICC Sebut Dipengaruhi Faktor Ekonomi dan Geopolitik
-
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Sangat Lebat Berpotensi Guyur Jakarta Hari Ini
-
Alarm Kesehatan: Wamenkes Soroti Lonjakan Kasus Kanker Serviks di Usia 30-an
-
Maktour dalam Kasus Kuota Haji: Saksi atau Terlibat?
-
Fitnah Es Gabus Berbahan Spons, DPR Tegaskan Minta Maaf Saja Tak Cukup, Oknum Aparat Harus Disanksi!
-
Perkuat Kerja Sama Pendidikan IndonesiaInggris, Prabowo Panggil Mendikti ke Hambalang
-
MAKI Ingatkan Jaksa Jangan Terjebak Manuver Nadiem Makarim
-
Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks