Suara.com - Prancis kembali didera aksi teroristik. Termutakhir, seorang pemuda berusia 28 tahun mendadak menabrakkan mobilnya ke kerumuman mahasiswa di luar universitas Saint-Exupery, Bagnac, Toulouse.
Aksi itu menyebabkan tiga mahasiswa terluka. Dua di antaranya adalah mahasiswa asal Cina.
“Pelaku sudah kami tahan. Sementara ini, tak ada indikasi aksi itu dilakukan sebagai bagian dari jaringan terorisme internasional,” demikian pernyataan kepolisian setempat.
Polisi menjelaskan, pelaku mengendarai mobil merek Renault Clio pada Jumat (10/11/2017) sore pukul 16.00 waktu setempat.
Pemuda yang tak disebutkan namanya tersebut, langsung dalam-dalam menginjak pedal gas mobilnya dan menyasar sekelompok mahasiwa dekat universitas Saint-Exupery.
Kala itu, sekelompok mahasiwa yang menjadi korban hendak menyeberang menuju halte bus. Seusai menabrak, pelaku tetap tancap gas tapi berhasil dihentikan beberapa menit kemudian.
La Dépêche, media lokal, memberitakan pelaku belakangan mengakui melakukan aksi itu karena mendengar suara berisi perintah untuk menabrak orang.
Polisi sebenarnya sudah memunyai catatan mengenai pelaku tersebut. Ia diketahui memunyai catatan kriminal berupa kejahatan ringan dan menjadi bandar narkoba.
Pelaku sebelum peristiwa itu juga tak memunyai catatan kriminal terkait terorisme. Namun, pelaku memunyai catatan kepolisian tentang persoalan psikologis, yakni menderita skizoperenia atau kecematan akut.
Baca Juga: Baru 10 Hari Operasi Zebra, Jaring 106.974 Pengendara
Berita Terkait
-
Pemain Arsenal Ini Siap Tinggalkan Les Bleus Tahun Depan
-
Pemerintah Prancis Jual Hampir Rp19 Triliun Sahamnya di Renault
-
Di Restoran Prancis Ini, Anda Bisa Makan Sambil Telanjang
-
Raih Medali di Kejuaraan Dunia, Lima Atlet Junior Diguyur Bonus
-
Susi Tanggapi Positif Hasil Denmark dan Prancis Terbuka 2017
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!