Suara.com - Pemerintah Jepang menyatakan bakal memblokir situs-situs yang biasa digunakan untuk berbagi pemikiran bunuh diri.
Langkah tersebut diambil menyusul kasus pembunuhan berantai di Jepang yang baru terungkap belakangan ini. Bulan lalu, sembilan mayat dalam kondisi termutilasi ditemukan di kotak pendingin dan peralatan di sebuah rumah yang disebut "house of horrors" di pinggiran kota Tokyo.
Penyidik dari kepolisian Tokyo menemukan sembilan kepala manusia bersama tulang belulang bagian lengan dan kaki.
Pelaku pembunuhan itu bernama Takahiro Shiraishi. Dia mengaku telah menghabisi nyawa sembilan orang sejak akhir Agustus lalu.
Polisi seperti dikutip dari laman BBC, Minggu (12/11/2017) mengatakan Shiraishi mengincar korbannya lewat media sosial dan situs, tempat mereka mengungkapkan keinginan untuk bunuh diri.
Shiraishi kemudian mengajak korban ke apartemennya dan bilang akan membantu mereka mewujudkan keinginannya itu.
Tiga dari sembilan korban Shiraishi berstatus pelajar sekolah tingkat menengah. Lainnya, empat perempuan berusia 20-an, seorang lelaki berusia 20-an, dan seorang mahasiswi.
Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga telah menginstruksikan kepada menterinya untuk meningkatkan tindakan terhadap apa yang disebut "website bunuh diri" dan media sosial.
"Penggunaan Twitter-situs jejaring sosial yang sulit diawasi-untuk mengeksploitasi tangisan bantuan oleh korban yang menulis tentang bunuh diri adalah tercela," katanya.
Baca Juga: Kelabui Petugas Bandara, KH Nekat Lilit Sabu di Kemaluannya
"Kita akan memberantas kejahatan ini dan mencegah muncul kembali," ujarnya lagi.
Suga juga telah meminta menteri agar mempelajari penyebaran situs bunuh diri serta mengajak operator website berkerjasama dengan pihak berwenang.
Berita Terkait
-
Siswa Bunuh Adik Kelas Demi Tunda Ujian dan Rapat Wali Murid
-
Kisah ABG Usai Lahiran, Taruh Bayi di Ember, Ditutup Kain Kotor
-
Kasus PRT Hamil Empat Bulan Ditusuk sampai Tewas Terungkap
-
Pembunuhan PRT Hamil Empat Bulan Dilatari Masalah Pribadi
-
PRT Hamil Ditemukan Tewas Berlumur Darah, Ditikam Pakai Gunting
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara