Suara.com - Bendungan Lolak di Desa Pindol, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, merupakan salah satu bendungan baru yang pembangunannya dimulai pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yakni pada 2015.
"Progress-nya sudah mencapai 46 persen. Mudah-mudahan bisa kita percepat penyelesaiannya dari rencana 2020 menjadi 2019. Saya lihat kondisinya kondusif, semoga kerjanya bisa lebih baik dan lebih cepat," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, usai meninjau langsung lokasi pembangunan Bendungan Lolak, Sulawesi Utara, Selasa (14/11/2017).
Peninjauan ke Bendungan Lolak yang berjarak sekitar 210 km dari Kota Manado ini menjadi salah satu agenda kunjungan kerja Basuki ke Provinsi Sulawesi Utara, disamping meninjau progress tol Manado-Bitung dan Bendungan Kuwil Kawangkoan.
Meski pengerjaannya dipercepat, namun mutu pekerjaan, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), diminta tetap dipatuhi.
"Saya minta, safety first dan zero accident. Pengawasan atau supervisi proyek harus teliti dan saya tidak mentoleransi kesalahan," ujar Basuki.
Ia juga menjelaskan, peringatan tersebut bukan bermaksud untuk meragukan kemampuan kontraktor dan konsultannya.
Kontrak pembangunan Bendungan Lolak dibagi menjadi dua, yakni proyek senilai Rp 830 miliar secara tahun jamak tahun 2015-2019, dengan kontraktor PT. Pembangunan Perumahan (Persero). Perubahan desain konstruksi bendungan dilakukan kontrak Proyek Bendungan Lolak Paket II senilai Rp821 miliar, dengan kontraktor PT. Pembangunan Perumahan (Persero)-PT. Asfhri Putralora (kerja sama Operasi/KSO), dengan kontrak tahun jamak 2017-2021.
"Desainnya semula menggunakan peta gempa tahun 2004, yang kemudian diperbarui menggunakan peta gempa tahun 2010,” kata Menteri Basuki.
Perubahan mempengaruhi lereng sebagai timbunan, dengan kemiringan lereng hulu 1:2,5 ditambah berm pada elevasi 110, dan kemiringan lereng hilir 1:2.25, ada penambahan berm pada elevasi 95.
Rekomendasi Komisi Keamanan Bendungan tentang Sertifikasi Bendungan Lolak telah diterbitkan pada 25 Januari 2016, yang kemudian dilanjutkan dengan dikeluarkannya Sertifikat Persetujuan Desain Bendungan Lolak dan Sertifikat Pelaksanaan Konstruksi oleh Menteri PUPR, pada 28 Januari 2016
Adapun perusahaan konsultan supervisi adalah PT Indra Karya (Persero)-PT Mettana Engineering Consulta-PT Barunadri Engineering Consultant (KSO).
Bendungan ini memiliki luas area genangan 97,46 hektar, dengan kapasitas tampung mencapai 16,1 juta meter kubik. Saat beroperasi akan memasok air irigasi seluas 2.214 ha, mendukung penyediaan air baku 500 liter/detik, pariwisata, konservasi air, dan memiliki potensi tenaga listrik 2,43 megawatt. Bendungan Lolak diharapkan dapat memenuhi kontinuitas suplai air irigasi, terutama pada musim kemarau yang selalu kekeringan dan penyediaan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
Bendungan ini merupakan salah satu dari 13 bendungan baru yang kontrak pembangunannya ditandatangani pada 2015. Dalam kurun waktu lima tahun (2015-2019), Kementerian PUPR akan membangun 64 bendungan baru, yang terdiri dari 49 bendungan baru dan 16 bendungan lanjutan (on going) untuk mendukung Nawa Cita, mewujudkan kedaulatan pangan dan ketahanan air.
Hadir dalam kunjungan tersebut, anggota Komisi V DPR RI, Nusyirwan Soejono, Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow, Wakil Bupati, Yanny Ronny Tuuk, dan Direktur Utama PT Jasa Marga, Desi Arryani. Turut mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga, Arie Seriadi Moerwanto, Dirjen Sumber Daya, Air Imam Santoso, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Herry TZ, Kepala BWS Sulawesi I, Djidon R Watania, dan Kepala Biro Komunikasi Publik, Endra S. Atmawidjaja.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis