Suara.com - Raja Kerajaan Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud, yang kekinian berusia 81 tahun, disebut akan turun tahta pada pekan depan.
Seorang sumber dalam kerajaan mengatakan kepada Daily Mail, Kamis (16/11/2017), sang raja akan menyerahkan tahta kekuasaannya kepada Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang masih berusia 32 tahun.
Dalam beberapa bulan ke belakang, Pangeran Mohammed sudah melakukan sejumlah gebrakan politik, hukum, maupun sosial budaya yang disebut banyak pihak sebagai upaya konsolidasi sebelum benar-benar memakai mahkota raja.
Kebijakan Pangeran Mohhamed yang paling mengagetkan adalah, ia berani menangkap dan menahan 40 pangeran dan elite pemerintahan atas tuduhan korupsi.
"Kalau tak ada hal peristiwa dramatis lain, Raja Salman akan mengumumkan penobatan Mohammed bin Salman sebagai raja baru pekan depan," kata sumber itu kepada Daily Mail.
Setelah penobatan itu, Raja Salman akan memosisikan diri sebagai simbol kerajaan saja.
"Raja Salman akan memunyai posisi seperti Ratu Inggris. Tapi, dia akan tetap memegang gelar 'Penjaga Dua Tempat Suci."
Tak hanya itu, sumber itu juga mengatakan Pangeran Mohammed akan fokus menghadapi rival bebuyutan mereka, Iran, setelah menjadi raja.
Baca Juga: Wartawan Metro TV Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Setnov
Bahkan, Mohammed disebut tak segan-segan melakukan konfrontasi militer untuk membendung pengaruh Iran di jazirah Arab.
"Dia mungkin saja mendekati Israel untuk meminta bantuan mengalahkan Hizbullah di Lebanon yang sejak dulu didukung Iran," tuturnya.
"Pangeran tahu dia haru menghabisi Iran dan Hizbullah, walaupun hal itu sangat bertentangan dengan petuah sesepuh Dinasti Saud," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
Militer Meksiko Ringkus El Jardinero Pemimpin Kartel JNGC yang Paling Dicari Tanpa Letusan Senjata
-
AHY Minta Evakuasi Gerbong KRL di Bekasi Timur Rampung Sore Ini, Target Malam Sudah Normal
-
Ganjar: Sudah Saatnya Kodifikasi Hukum Pemilu Dilakukan
-
KPK Usul Pembatasan Uang Tunai di Pemilu, Ganjar Pranowo: Bagus, Tapi Pertimbangkan Daerah Remot
-
Kisah Nuryati Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Kehabisan Oksigen Usai Gagal Dievakuasi Lewat Jendela
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
Pakar UGM Soroti Efek Domino Tabrakan Kereta Bekasi: Pelanggaran di Perlintasan Jadi Pemicu Maut!
-
Jadi Kepala Bakom RI, Qodari Tegaskan Komunikasi Harus Agresif Tak Hanya Proaktif
-
15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan
-
Presiden Soroti Jalur Kereta Tanpa Palang, Menhub Janji Segera Pasang Pintu Perlintasan Baru