Suara.com - Euro-Mediterranean Human Rights Monitor menyampaikan kekhawatiran dalam pernyataan tertulisnya, bahwa Israel telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap para pencari suaka.
Israel, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (122/11/2017), dalam laporan itu disebutkan memberikan dua pilihan kepada para imigran asal Afrika yang mencari suaka di negaranya.
Israel mengharuskan para imigram untuk memilih antara meninggalkan Israel atau hukuman penjara.
Saat ini ada 40.000 imigran asal Afrika yang mencari suaka di Israel.
Dalam pernyataan kelompok HAM tersebut, Israel diminta untuk mengakhiri pelanggaran HAM yang dilakukannya kepada para imigran tersebut.
Banyak imigran Afrika yang terpaksa lari dari negara mereka karena kezaliman yang terjadi di negaranya.
Sehari sebelum pertemuan mingguan pemerintah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan, solusi untuk menyelesaikan permasalahan imigran Afrika ini adalah dengan mendeportasi mereka dari Israel.
Media Israel mengabarkan bahwa menurut kesepakatan antara pemerintah Tel Aviv dan negara-negara Afrika, imigran asal Eritrea dan Sudan diberikan dua pilihan, antara masuk penjara atau dipindahkan ke Rwanda.
Baca Juga: Israel Tangkap 2 Tokoh Perlawanan Fatah Palestina
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap