Suara.com - Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, yang berada pada ketinggian 3.142 mdpl, kembali menunjukkan aktivitas gempa tremor terus menerus (overscale) selama 24 menit, Kamis (30/11/2017).
"Kami mencatat hari ini Gunung Agung kembali tremor overscale antara Pukul 7.55 WITA hingga Pukul 08.19 WITA dan kemudian menurun kembali akibat adanya pergerakan magma di dalam kawah," kata Kepala PVMBG Kasbani, saat ditemui di Pos Pantau Gunung Agung Desa Rendang, Karangasem.
Ia mengatakan, gempa tremor ini terjadi akibat aktivitas vulkanik Gunung Agung yang sangat tinggi dan fluktuatif, sehingga potensi terjadinya erupsi masih akan terjadi setiap saat.
Kasbani menjelaskan, gempa overscale ini amplitudonya melebihi 23 milimeter atau dikatakan mencapai titik maksimal yang terdeteksi dari rekaman seismograf.
"Hingga saat ini kondisi Gunung Agung sangat kritis dan sudah masuk fase erupsi magmatis," ujarnya.
Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Devy Kamil Syahbana menambahkan, gempa tremor overscale ini terjadi sangat singkat dibandingkan pada Rabu (29/11) lalu.
"Tremor overscale hari ini cukup singkat dan sebelum terjadinya erupsi akibat tremor ini, sudah dipastikan adanya gempa vulkanik dahulu," tuturnya.
Akibat tremor ini, emisi abu terus dan tipe Gunung Agung ini melakukan aktivitasnya seperti maraton dan harus sabar menunggu sampai aktivitas gunung tertinggi di Bali ini mereda.
Baca Juga: Bocah Korban Pencabulan Ayah Kandung Tak Dibawa ke Rumah Aman
Sebelum ada overscale ini, akan ada onside tremor gradual dan diikuti tremor lebih besar yang sumber energinya berasal dari dalam kawah dan terekam lebih dekat menuju perekaman yang dimiliki PVMBG.
"Gunung Agung mengeluarkan energi maksimumnya untuk terjadinya erupsi yang sifatnya stromboli dan juga ada juga erupsi lava ke dasar kawah," jelasnya.
Tujuan dari PVMBG melakukan mitigasi ini untuk melindungi masyarakat, dan tidak ingin adanya korban akibat terdampak material vulkanik ini akibat erupsi ini dan ingin memberikan yang terbaik kepada masyarakat.
"Untuk saat ini, rekomendasi kami adalah agar tidak ada masyarakat yang ada di radius bahaya delapan kilometer dengan perluasan sektoral masih sepuluh kilometer kearah utara, timur laut, tenggara, selatan dan barat daya," pintanya.
Selain itu, ia mengimbau kepada masyarakat yang berada di luar zona bahaya itu, agar menyiapkan masker untuk menghindari terpaparnya abu vulkanis yang terhirup ke pernafasan, iritasi kulit dan gangguan penglihatan.
Berita Terkait
-
Sucikan Diri, Jero Kuncir Berendam di Lahar Dingin Gunung Agung
-
Erupsi Gunung Agung, Bandara I Gusti Ngurah Rai Kembali Dibuka
-
Presiden Jokowi: Jangan Sampai Ada Korban Letusan Gunung Agung
-
Bantu Pengungsi Gunung Agung, PUPR Sediakan Prasarana dan Sarana
-
Jaga Citra Bali, Gubernur Gratiskan Penginapan untuk Turis
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Pecah! Prabowo Joget Tabola Bale Bareng Warga Miangas Usai Hadiri KTT ASEAN
-
Brimob Bersenjata Lengkap Kepung Hayam Wuruk: Markas Judi Online Jaringan Internasional Terendus
-
Cegah Tawuran, Kolong Flyover Pasar Rebo Disulap Jadi Sasana Tinju dan Skate Park
-
Mau Ditinjau Prabowo Hari Ini, Beginilah Fasilitas Kampung Nelayan Leato Selatan di Gorontalo
-
Usai Hadiri KTT ASEAN, Prabowo Langsung Kunjungi Pulau Miangas di Perbatasan RI - Filipina
-
Menlu Ungkap Isu Utama yang Dibahas Prabowo dan Pemimpin ASEAN di KTT ke-48
-
Polri Lakukan Mutasi Besar-besaran, 108 Pati dan Pamen Alami Rotasi Jabatan
-
Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir
-
NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk
-
Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto