Suara.com - Politisi PDI Perjuangan sekaligus anggota DPRD Jakarta, William Yani, meminta Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno menjelaskan kepada publik terkait tiga program unggulannya. Ketiganya dijanjikan Anies saat kampanye.
"Walaupun kepala dinas sudah mencoba menjelaskan programnya, tapi 50 persen kami belum mengerti sampai di Banggar terakhir soal OK OCE, OK Otrip, dan DP 0 persen," ujar Yani dalam rapat paripurna DPRD di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (30/11/2017).
Saat kampanye di Pilkada Jakarta 2017 lalu, Anies dan Sandiaga memang menawarkan program One Kecamatan One Center of Entrepreneurship (OK OCE), One Karcis One Trip, dan rumah DP 0 rupiah kepada warga. Yani mengaku hingga saat ini dirinya masih belum mengetahui konsep OK Otrip yang digagas Anies dan Sandiaga.
"Bagaimana caranya dari rumah saya sampai ke kantor Rp5 ribu rupiah (naik angkutan umum). Dari rumah saya naik KWK apakah saya membayar cash atau pakai kartu," kata dia.
"Pertanyaan saya, Rp5 ribu rupiah itu kapan bisa dilaksanakan. Kan sudah masuk anggarannya nih. Mulai kapan pelaksanaannya? April, Juni, Agustus, atau tahun 2020?" kata Yani.
Di dalam rapat paripurna, Yani pun meminta Anies dan Sandiaga segera memberikan keterangan secara lengkap melalui konferensi pers.
"Setelah rapat paripurna ini saya mohon konferensi pers Gubernur dan Wagub untuk menjelaskan secara detail DP 0 persen itu seperti apa. Rumah DP 0 itu untuk rumah tapak, atau rumah susun, atau rumah lapis, atau rumah berderet? Dan apa perbedaan rumah lapis dan berderet?" katanya.
Yani mengaku baru tahu berdasarkan pemberitaan media, bahwa program perdana DP 0 rupiah akan dibangun di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Adapun pengerjaannya akan dikerjakan oleh PD Pembangunan Sarana Jaya. Rencananya, di sana akan dibangun dua tower dengan jumlah hunian mencapai 700 unit.
"Selebihnya di mana lagi dibangun?" kata Yani.
Baca Juga: PDIP Kritik Tim Gemuk untuk Anies Baswedan-Sandiaga Uno
Untuk program OK OCE, Yani mempertanyakan bagaimana tahapan warga bisa mendapatkan pinjaman modal dagang.
"Untuk OK OCE, katanya kerja sama Bank DKI. Bagaimana teknisnya masyarakat meminjam dana ke bank DKI? Mohon izin pimpinan, kenapa saya mengungkapkan ke dalam rapat pimpinan, karena Banggar dua kali tidak menjawab," kata dia.
Seusai rapat paripurna, Anies mengatakan baru akan menyampaikan detail ketiga program tersebut kepada publik setelah konsepnya jelas.
"Nanti deh. Kalau itu sudah siap pengumumannya, kita umumkan semuanya," kata Anies.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah