Suara.com - Perilaku seorang ayah di Jakarta Barat berinisial RBT (32) melakukan pelecehan seksual terhadap dua putri kandung, LP (16) dan L (14), menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.
"Itu incest namanya. Kasus incest ini biasanya saling menutupi, itu terjadi di banyak tempat," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (30/11/2017).
Dia mengatakan terjadinya kasus kekerasan seksual terhadap anak menunjukkan kalau regulasi saja tak cukup tanpa adanya pengawasan dan perlindungan dari masyarakat sekitar.
Khofifah mengatakan kasus kekerasan seksual terhadap anak semacam ini sudah sering terjadi di Indonesia.
"Ini harus kita bangun satu komitmen bersama bahwa format perlindungan anak ini nggak bisa sekadar regulasi, tapi komitmen kita bersama untuk saling mengawal, komitmen kita bersama untuk saling melindungi," kata dia.
Menurut Khofifah orangtua sebagai orang terdekat anak seharusnya dapat diandalkan, bukan malah menjadi sumber yang membahayakan anak.
"Oleh karena itu, saya ingin mengajak orang tua ini harusnya melindungi. Jangan sampai kemudian kehadiran orang tua di rumah itu justru menjadi petaka bagi anak-anaknya," katanya.
Khofifah mendorong kasus seperti ini harus diproses hukum sampai tuntas agar menimbulkan efek jera.
"Saya agak sering mengawal kasus-kasus seperti ini biasanya dalam waktu satu-dua-tiga hari kalaupun itu dilaporkan, ibunya mencabut atau anaknya juga mencabut dan seterusnya," kata dia.
"Jadi kalau kita misalnya ingin menjadi bagian dari proses untuk penegakan hukum, kalau pelakunya itu orang tua, maka sebetulnya itu ada pemberatan hukum," Khofifah menambahkan.
"Jadi memang semua harus kita sisir, bagaimana proses yang memenjarakan supaya tidak menimbulkan petaka pada siapapun dan untuk ini sebetulnya kalau secara regulatif kita sudah punya undang-undang yang cukup kuat untuk memberikan punishment kepada pelaku kekerasan kepada anak apalagi kalau pelakunya adalah orang tua, maka ditambah lagi sepertiganya punishmentnya," kata Khofifah. (Handita Fajaresta)
Berita Terkait
-
Predator Berkedok Jas Almamater: Mengapa Kampus Elite Gagal Melindungi Korban Kekerasan Seksual?
-
Geger 16 Mahasiswa FH UI Dinonaktifkan Sementara Buntut Kasus Pelecehan Seksual, Apa Efeknya?
-
Klarifikasi Dikidoy yang Sempat Live TikTok Kasus Pelecehan FH UI
-
Melanie Subono Makin Geram Dengar Pembelaan Pelaku Pelecehan FH UI
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Reshuffle Kabinet Makin Dekat? Sekjen Demokrat Tegaskan Nasib Menteri di Tangan Prabowo
-
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Bahlil Bakal Jadi Menko? Begini Respons Sekjen Golkar
-
Kronologi Kasus Korupsi Nikel, Ketua Ombudsman Hery Susanto Diduga Terima Suap Rp1,5 Miliar
-
Terima Penghargaan KWP Award 2026, Rizki Faisal: Jarak Geografis Tak Boleh Halangi Hak Hukum Warga
-
Jakarta Waspada Ledakan Kasus ISPA, Gubernur Pramono: El Nino Mengancam hingga September!
-
Dukung Iran, Organisasi Houthi Siap Blokir Jalur Minyak Laut Merah
-
Apa Itu OSD HMT ITB? Mengenal Tradisi Musik Mahasiswa Tambang yang Sarat Lirik Mesum
-
Golkar Desak RUU Pemilu Segera Dibahas Jika Ingin Ada Perubahan: Akhir Tahun Tahapan Dimulai!
-
Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah
-
Kata Nelayan Ciliwung Soal Ikan Sapu-sapu: Jadi Hama Sekaligus Bahan Baku Cilok