News / Nasional
Selasa, 12 Desember 2017 | 21:40 WIB
Politisi partai Golkar Airlangga Hartanto saat menghadiri konferensi pers pernyataan sikap politik dukungan dari organisasi sayap Partai Golkar, Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) dan organisasi Majelis Da'wah Islamiyah (MDI) Golkar di Jakarta, Kamis (30/11).

Suara.com - Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong 1957 menggelar Musyawarah Kerja Nasional di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat, Selasa (12/12/2017). Di sana, Airlangga diperkenalkan sebagai calon ketua umum Partai Golkar.

Dalam acara tersebut hadir pula Ketua Umum Kosgoro 1957, Agung Laksono, Ketua Dewan Kehormatan sekaligus Presiden RI ke III B.J Habibie, Pelaksana Tugas Ketua Partai Golkar Idrus Marham Ketua Dewan Pimpinan Dewan Tingkat I Jawa Barat Partai Golkar, Dedi Mulyadi dan Ketua Bidang Perekonomian DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Dalam sambutannya, Agung menyampaikan terima kasih hadirnya Airlangga di acara Mukernas Kosgoro. Dalam kesempatan tersebut Agung memperkenalkan Airlangga sebagai calon ketua umum Partai Golkar.

Airlangga merupakan kader Golkar yang digadang-gadangkan menjadi calon Ketua Umum Partai Golkar di Munaslub Golkar, menggantikan Setya Novanto yang tersandung kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

"Yang kita hormati dan banggakan saudara Airlangga Hartarto. Wakil ketum PPK Kosgoro dan calon Ketua Umum DPP Golkar. Yang kita hormati saudara Idrus Marham selaku Plt Ketua Umum. Beliau juga kader Kosgoro," ujar Agung.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menyinggung sambutan Agung Laksono yang hanya menyapa Airlangga dengan sebutan calon ketua umum.

"Ini kan di depan ada banyak kader terbaik Kosgoro, seperti Rambe Kamarul Zaman dan Syamsul Bachri. Tapi kenapa hanya Pak Airlangga Hartarto saja yang disebut sebagai caketum," kata Idrus yang disambut gelak tawa peserta Mukernas.

Koordinator Bidang Perekonomian DPP Partai Golkar sekaligus Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga memberikan sambutan dalam acara Mukernas. Namun Airlangga enggan membahas soal politik di internal Partai Golkar. Pasalnya dirinya diundang sebagai Menteri Perindustrian.

"Pak Idrus, saya tidak terganggu untuk bicara Partai Golkar, saya kader Partai Golkar tapi kita tidak bicara Partai Golkar. Tapi saya punya pantun untuk Partai Golkar. 'Sungguh enak rasa ketupat, bila di makan sambil kelakar. Lupakan dulu beda pendapat. Ayo bersatu besarkan Golkar," tandasnya.

Baca Juga: Golkar Pastikan Pemilihan Ketum Baru Berjalan Demokratis

Load More