Suara.com - Dibentuknya Masyarakat Ekonomi Asean pada 2015 lalu ternyata masih dihadapkan dengan berbagai tantangan, khususnya dari segi sumber daya manusia di Indonesia.
Pasalnya, hasil laporan tahunan indeks kecakapan bahasa lnggris yang dikeluarkan oleh English First (EF) menemukan, Indonesia mengalami penurunan tingkat kemahiran dari peringkat 32 atau kemahiran menengah ke peringat 39 atau tingkat kemahiran rendah.
Hasil laporan ini didapat dari hasil analisa data EF Standard English Test (EF SET) suatu tes bahasa lnggris online gratis pertama di dunia. Lebih dari satu juta orang di seluruh dunia, dari 80 negara turut berpartisipasi pada EF EPl tahun ini.
Senior Director, Research & Academic Partnership of EF Education First, Minh N. Tran mengungkapkan, indikator tingkat kemahiran rendah menunjukkan bahwa rata-rata orang Indonesia dapat mengerti email dengan Bahasa Inggris sederhana atau terlibat dalam percakapan yang ringan.
"Negara dengan kemampuan Bahasa lnggris tingkat rendah menunjukan kemampuan bangsa tersebut masih dalam tahap mengonsumsi dan belum mampu melakukan negosiasi, mediasi maupun melobi, bahkan berkompetisi dengan negara lain dalam bahasa lnggris," ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (12/12/2017).
Data EF EPI 2017 menunjukkan nilai kecakapan bahasa Inggris rata-rata negara Asia adalah 53,60. Sebagai bahan perbandingan, nilai rata-rata kecakapan bahasa lnggris di Indonesia adalah 52,15 yaitu masih di bawah angka rata-rata kecakapan bahasa Inggris di kawasan Asia.
Sementara untuk kawasan Asia Tenggara, Singapura mempunyai tingkat kecakapan tertinggi dengan nilai 66.03 dan menempati peringkat lima di seluruh dunia dengan tingkat Kemahiran Sangat Tinggi, disusul oleh Malaysia (peringkat 13 dengan nilai 61,07) kemudian Filipina (peringkat 15 dengan nilai 60,59) pada tingkat Kemahiran Tinggi.
Eileen Rahman, Konsultan dan Praktisi Human Resources mengatakan kemampuan berbahasa lnggris merupakan modal suatu negara untuk mampu bersaing dalam dunia perekonomian yang lebih luas, seperti salah satunya pada komunitas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
MEA kata dia seharusnya menjadi sebuah kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan dan membuktikan daya saing masyarakat Indonesia dalam memenangkan persaingan ekonomi global. Namun untuk mencapainya, tentunya diperiukan kesiapan dari sisi sumber daya manusia atau tenaga kerja.
Baca Juga: Mendadak Cas Cis Cus Bahasa Asing karena Minuman Ini
“Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan masyarakat global. Terbatasnya kemampuan berkomunikasi dapat membuat kemampuan bersaing individu menjadi kurang dan pada akhirnya dapat mengakibatkan peluang karir dan bisnis menjadi terhambat," tutup Eileen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Pemerintah AS Investigasi Kesepakatan Indonesia Terkait Tarif Baru 15 Persen
-
Geger di Haji Nawi! Jasad Bayi Usia Sehari Dibuang di Tong Sampah, Dibungkus Tas Kertas
-
Marak Kasus Kekerasan, Aparat Akan Diberi Pelatihan Hak Asasi Manusia Agar Lebih Humanis
-
Anggota DPRD DKI Lukmanul Hakim Sepakat Minimarket Modern Ditutup dan Kopdes Dikuatkan
-
Ngeri! Bahas Fungsi Helm, 6 Fakta Petugas Damkar Khairul Umam Diancam Tak Selamat Sampai Lebaran
-
PDIP Kritik RI Gabung Board of Peace Tanpa Persetujuan DPR, Singgung Biaya 8.000 Pasukan
-
Bertaruh Nyawa di Arus Lahar Semeru, Aksi Heroik Polisi Lumajang Gendong Siswa SD Demi Bisa Sekolah
-
Total Ada 38 Ribu Penerima Beasiswa LPDP, Dirut Ingatkan Etika dan Tanggung Jawab Moral Uang Pajak
-
Jadwal Lengkap Layanan Hapus Tato Gratis Baznas DKI Jakarta Selama Ramadhan 2026
-
Buntut Kontroversi "Cukup Aku WNI", LPDP Hitung Refund Beasiswa AP Suami Mbak DS Plus Bunga