Suara.com - Aparat kepolisian berhasil menangkap sejumlah terduga teroris di berbagai wilayah Indonesai dan Malaysia, dalam operasi pengamanan perayaan Hari Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.
Sejak tanggal 9 -11 Desember, Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Antiteror menangkap 12 terduga teroris di Sumatera Selatan.
Namun, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (19/12/2017), empat orang di antaranya dilepaskan karena kurang bukti. Sementara delapan lainnya ditetapkan sebagai tersangka.
Delapan orang terduga teroris tersebut adalah berinisial AK, AH, AJ, AS, S, Z, B serta SW. Kekinian mereka sudah ditahan di Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
"Buktinya bermacam-macam. Ada yang terbukti ikut pelatihan terorisme, menyembunyikan orang yang masuk dalam daftar pencarian orang," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Jakarta, Senin (18/12).
Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa ada lima orang WNI yang ditangkap oleh aparat kepolisian Malaysia akibat diduga terlibat terorisme.
Sayang Tito tidak menyebutkan kapan pastinya kelima orang tersebut ditangkap.
"Kami akan meminta kelimanya dideportasi ke Indonesia," terangnya.
Tito juga menjelaskan bahwa jaringan terorisme terbagi menjadi dua jenis, yakni jaringan terstruktur dan lonewolf (teroris yang beraksi seorang diri).
Baca Juga: Presiden Ungkap Golkar Terus Tingkatkan Profesionalisme
"Walau sampai saat ini belum ada ancaman aksi teror Natal dan Tahun Baru, tapi kita ambil tindakan preventif," tegas Tito.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan