Suara.com - Menjadi peternak hewan berukuran kecil memang termasuk jarang ditemukan di dunia. Salah satunya adalah yang dilakukan peternak bernama Dustin Pillard ini. Ia memilih mengembangbiakkan sapi berukuran kecil.
Pillard sendiri sebenarnya tumbuh dan besar di perkotaan. Yang membuatnya menjadi peternak adalah karena semasa kecil ia sangat sering menghabiskan waktu di peternakan kakeknya di Cedar Rapids, Iowa, Amerika Serikat.
Sebagaimana ditulis laman Oddity Central, pada tahun 1992, saat Pillard masih kuliah perguruan tinggi, ia menghadiri sebuah lelang ternak. Di sanalah Pillard langsung tertarik dengan sapi berukuran kecil (mikro) yang turut dihadirkan di acara tersebut.
Tiga tahun kemudian, lelaki berusia 30 tahun ini pun menjadi pemilik sebuah peternakan seluas 10 hektar. Maka, ia pun membeli lima hewan ternak ukuran mini tersebut, dan memulai apa yang sekarang dikenal sebagai Peternakan Miniatur Oxen Ridge.
Melalui pembiakan selektif, Pillard memproduksi sapi dan banteng jantan yang rata-rata tingginya sekitar 33 inci (84cm).
Kini, Pillard diberitakan mampu menjual 10 sampai 20 ekor ternaknya per tahun. Kebanyakan pelanggannya berasal dari kawasan Amerika Utara, Eropa, juga Meksiko dan Argentina.
Yang menarik lagi, setidaknya menurut keterangan Pillard, sapi kecil tersebut menyerupai anjing dalam sifatnya.
Foto seekor sapi usia 18 bulan hasil pembiakan Pillard di samping seekor anjing. [Akun Facebook Dustin Pillard/screenshot]
"Banyak dari mereka memiliki kepribadian seperti seekor anjing. Mereka sangat menikmati suasana luar ruangan. Mereka berlarian seperti anjing, mereka menyukai orang-orang, tenang dan ramah. Mereka juga sangat suka diperhatikan," kata Pillard.
Untuk memiliki sapi mungil ini, calon pembeli harus menyiapkan uang sebesar US$1.000 atau kurang lebih setara dengan Rp13,5 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Ray Rangkuti Khawatir Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin di Bursa Pilpres Mirip SBY 2004
-
AHY Ungkap Pesan Khusus SBY ke Prabowo saat Pertemuan 3,5 Jam di Istana
-
Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk
-
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia
-
Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
Bantuan untuk eks Pengguna Narkoba dan ODHIV Cair, Kemensos Ubah Skema Jadi Uang Tunai Segini!
-
Setelah Bangkai Anjing, Kini Giliran Alat Berat! Misteri Teror Beruntun Tim Relawan di Aceh Tamiang
-
Kementerian HAM Kenalkan Program Kampung Redam dan Desa Sadar HAM di Lombok Barat
-
Menlu Sugiono Kirim Surat Belasungkawa Wafatnya Ali Khamenei ke Dubes Iran, Ini Alasannya
-
Detik-detik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU