Suara.com - Menteri Sosial yang juga Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa, mengaku selalu terkenang dengan sosok almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang berpesan untuk selalu melindungi minoritas.
"Suatu saat ketika Gus Dur menjadi Presiden, dan beliau memberikan pidato di Amerika. Gus Dur menyampaikan, 'Di negeri saya, saya melindungi minoritas, tolong di negeri anda lindungi minoritas,'" katanya saat pidato dalam peringatan delapan tahun wafatnya Gus Dur, di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (28/12/2017) malam.
Khofifah mengatakan, pesan yang disampaikan Gus Dur tersebut memang sangat mendalam. Hal itu juga sesuai dengan yang dilakukan dan diajarkan Gus Dur selama ini, yaitu mencintai sesama.
"Cintanya Gus Dur itu ke sesama. Itu yang menjadikan Gus Dur memberikan perlindungan, memberikan payung. Jangan sampai di kemudian (hari) ada kerusakan terhadap kelompok dan golongan tertentu," kata dia.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menceritakan tentang pesan yang pernah disampaikan oleh Gus Dur pada dirinya, yaitu agar saat meninggal nantinya di makamnya diberi tulisan "Here rests a humanist" yang artinya "Di sini berbaring seorang pejuang kemanusiaan".
Ia mengaku, sempat tidak berani menyampaikan pesan Gus Dur tersebut ke istri almarhum, Nyai Sinta Nuriyah. Namun akhirnya ia berani. Dan amanat tersebut akhirnya bisa diwujudkan oleh keluarga setelah hampir sewindu Gus Dur wafat dan dimakamkan di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang.
"Ada wasiat yang saya tidak berani 'matur' ke Bu Nyai Sinta Nuriyah. Waktu itu saya menyampaikan testimoni di sebelah makamnya Gus Dur, dan tiga tahun lalu saya menyampaikan, bahwa tiga kali sebelum wafat, beliau (almarhum Gus Dur) sampaikan, 'Mbak, kalau nanti saya meninggal tolong di batu nisan ditulisi (kalimat) Here rests a humanist.' Dan alhamdulillah setahun terakhir di batu nisan ditulis," katanya.
Ia juga mengaku kagum dengan sosok Gus Dur. Semasa hidup dan memimpin PKB, Gus Dur selalu mengajarkan untuk membela yang benar. Ajaran itu juga selalu dipegangnya hingga kini. Namun, Khofifah mengakui apa yang menjadi pikiran dari almarhum, belum semua memahaminya.
Salah satu cara untuk menyampaikan pemikiran Gus Dur saat itu, menurutnya adalah dengan memberikan penjelasan pada masyarakat lewat berbagai forum. Walaupun sudah meninggal dunia, pemikiran almarhum baik untuk dijadikan salah satu acuan.
Selain selalu memerhatikan masyarakat di sekitarnya, Gus Dur menurut Khofifah, juga adalah sosok yang sangat hati-hati. Dicontohkannya, ketika mengambil kebijakan (untuk) calon direktur utama sebuah BUMN, Gus Dur memerintahkan pada santrinya untuk mengecek calon bersangkutan.
"Ketika Gus Dur menentukan direktur utama BUMN tertentu, ia meminta tolong untuk cek alamat dan nomor. Kalau hari ini ada referensi dari KPK, PPATK, Gus Dur (kala itu) menugaskan santrinya untuk cek, orang ini seperti apa, karena akan menjadi kelengkapan dalam mengambil pertimbangan, apakah orang ini memiliki integritas moral untuk menduduki pos tertentu," katanya mengungkapkan.
Dalam acara tersebut, selain dihadiri Khofifah, juga turut hadir Mahfud MD (mantan Ketua Mahkamah Konstitusi), Rizal Ramli (mantan Menko Ekuin). Mereka semua adalah mantan menteri di kabinet Persatuan Nasional yang kala itu dipimpin oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid.
Selain itu, hadir pula keluarga Gus Dur, Pengasuh PP Tebuireng, serta ribuan warga dari berbagai daerah. Acara dimulai dengan membaca tahlil bersama yang dilanjutkan dengan sambutan dan doa bersama.
Sebelumnya, sejumlah kegiatan telah digelar dalam rangkaian peringatan Haul Ke-8 Gus Dur tersebut, seperti salawatan dari Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (Ishari) Jombang, khataman Al-Quran, serta pementasan jamaah "Seribu Rebana" yang dipimpin KH Nurhadi alias Mbah Bolong. Kegiatan tersebut juga berlangsung dengan lancar. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Sering Melihat Kilatan Cahaya atau Bercak Hitam? Kenali Tanda Gangguan pada Retina
-
Rahasia Teknologi i-DM JETOUR T1 dan T2 yang Mampu Melaju Lebih dari 1200 Kilometer
-
Ulasan The Yellow Wallpaper, Ketika Kisah Horor Tak Selalu Tentang Hantu
-
Rupiah Perkasa di Tengah Pelemahan Dolar AS, Dibuka Menguat ke Rp17.912
-
7 Lipstik Transferproof untuk Bibir Kering, Nyaman Dipakai Tahan hingga 16 Jam
-
Wamensos Cek Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Probolinggo, Kuansing dan Polewali Mandar
-
IHSG Masih Nyaman di Level 6.300 Pagi Ini, PTRO Bisa Dilirik
-
Kronologi Prabowo Ngaku Siap Jadi Mediator Korsel Hingga Ditolak oleh Korea Utara
-
Negosiasi Iran Berlanjut, Harga Minyak Dunia Terkoreksi ke Bawah 80 Dolar AS per Barel
-
Lawan Persebaya, Igor Tolic Pede Andalkan Ketajaman Duet Uilliam Barros-Balsa Sekulic