Suara.com - Israel kekinian tengah dihadapkan pada dua kesulitan sekaligus: kecaman dunia atas penjajahannya di Palestina, dan bencana kekeringan yang melanda seluruh daerah.
Bencana kekeringan tersebut, seperti dilansir Times of Israel, Jumat (29/112/2017), menyebabkan hasil produksi pertanian mereka merosot. Warga juga kesulitan mendapat air bersih.
Bahkan, Menteri Pertanian Israel Uri Ariel yang pusing atas bencana tersebut menggelar doa bersama meminta hujan yang diikuti ribuan umat Yahudi, Kamis (28/12).
"Saya meminta masyarakat untuk berpartisipasi dalam acara ini pada tanggal 10 Tevet," kata Ariel saat mengumumkan rencana doa bersama, awal pekan ini.
"Saya juga meminta masyarakat ke Yerusalem untuk membawa payung. Kita akan bersama-sama mengetuk pintu gerbang Surga dan meminta hujan," tuturnya.
Berdasarkan seruan tersebut, ribuan umat Yahudi menggelar doa bersama di Tembok Ratapan Yerusalem guna meminta hujan kepada Tuhan.
Doa meminta hujan itu diorganisasikan sendiri oleh Menteri Ariel. Doa bersama tersebut dipimpin oleh Kepala Rabbi Israel, David lau dan Yitzhak Yosef dan sejumlah rabbi terkenal lainnya.
Baca Juga: Abdul Somad: Bayangkan Kalau Bapak Saya Bule, Begitu lahir, Wow
Times of Israel menginformasikan, ini adalah tahun kelima negeri itu dilanda bencana kekeringan secara berturut-turut.
Bahkan, tahun 2017 ini dinilai para ahli sebagai puncak bencana kekeringan dan terburuk selama 40 tahun terakhir.
Tahun ini, Israel hanya mendapatkan 45 persen curah hujan rata-rata pada bulan September sampai November.
Memasuki Desember, hujan baru dua kali mengguyur Israel. Ke depan, para ahli memprediksi hujan hanya terjadi di wilayah utara Israel. Itu pun hujan yang dikategorikan ringan.
Kebijakan Menteri Ariel itu bukan tanpa protes. Politikus sekuler Israel mengecam seruan dan aksi doa meminta hujan tersebut karena dianggap mencemarkan sistem demokrasi.
Kaum sekuler mengkritik acara doa bersama itu, karena menganggap Israel bukanlah negara religius Yahudi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
Terkini
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban
-
Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung