Suara.com - Sebuah acara lelang Tahun Baru di pasar ikan Tsukiji, terkenal di Tokyo, pemilik restoran sushi internasional mengeluarkan lebih dari 300.000 dolar AS atau tepatnya 323.000 dolar AS atau sekitar Rp4,3 miliar, untuk tuna sirip biru. Uniknya, dia justru merasa bangga dan sangat bahagia dengan hasilnya.
Pasar ikan terbesar di dunia, salah satu lokasi wisata paling populer di Tokyo, direncanakan akan dipindahkan akhir tahun 2018 untuk dibersihkan untuk kebutuhan Olimpiade Tokyo 2020.
Hiroshi Onodera, presiden LEOC Co. Ltd yang memiliki rantai restoran "Ginza Onodera", membayar 36,45 juta yen (323.195 dolar AS atau sekitar Rp4 miliar) untuk tuna sirip biru Pasifik berukuran 405kg atau sekitar 800 dolar AS (Rp10 jutaan) per kg.
Sebenarya, harga fantastis ini hanya setengah dari tawaran tahun lalu yang menang sebesar 657.000 dolar AS atau kisaran Rp8 miliaran dan jauh di bawah rekor 1,3 juta dolar AS (Rp17 miliaran) yang dibayarkan pada tahun 2013.
"Saya sudah mencoba untuk menang dalam pelelangan sejak tahun lalu, jadi saya sangat senang," kata Onodera, yang perusahaannya memiliki restoran di New York, Singapura dan di Jepang.
"Ini benar terutama karena ini adalah tahun terakhir di Tsukiji," katanya.
Tuna berharga di seluruh dunia untuk penggunaannya dalam sushi, namun para ahli memperingatkan meningkatnya permintaan telah membuatnya menjadi spesies yang hampir punah.
"Harga tinggi yang dibayarkan hari ini untuk tuna sirip biru Pasifik tidak boleh mengalihkan perhatian dari status spesies yang mengerikan, yang telah habis lebih dari 97 persen karena penangkapan berlebih," kata Jamie Gibbon, pakar tuna sirip biru Pasifik untuk Pew Charitable Trusts, dalam sebuah pernyataan.
"Jika negara-negara terus melampaui batas melakukan penangkapan... kelangsungan spesies ini akan terancam," bebernya.
Baca Juga: Ditemukan, Kolagen dari Ikan Tuna untuk Awet Muda
Pasar Tsukiji yang berusia 80 tahun menarik puluhan ribu pengunjung per tahun untuk mencari berbagai spesies ikan dan sushi eksotis, bagian dari ledakan pariwisata yang merupakan bagian penting dari rencana kebangkitan ekonomi Perdana Menteri Shinzo Abe.
"Ini benar-benar akan menjadi pelelangan terakhir di sini, jadi saya memastikan saya datang untuk menonton," kata Mitsuko Yamaguchi, pemilik toko makanan laut berusia 61 tahun. [Al Arabiya]
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan