Suara.com - Pakistan mengecam sebuah pernyataan dari kepala militer India pada Sabtu (13/1/2018). Pakistan menilai pernyataan militer Indonesia itu sama dengan ”undangan adu nuklir”.
Kepala militer India Jenderal Bipin Rawat, Jumat (12/1), mengatakan pasukannya siap menyeberangi perbatasan untuk melakukan tindakan bila diminta pemerintah India.
"Bila kami benar-benar harus menghadapi pihak Pakistan, dan kami diberikan tugas, kami tidak mengatakan tidak mau menyeberangi perbatasan karena mereka memiliki senjata nuklir. Kami harus mengabaikan itu," kata Rawat seperti dikutip koran Hindustan Times.
Menteri Luar Negeri Pakistan Khawaja Asif mengatakan pernyataan itu "sangat tidak bertanggung jawab".
"Statemen dari Kepala Militer India sangat tidak pantas. Tampak seperti sebuah ajakan adu nuklir. Bila itu yang mereka inginkan, mereka boleh menantang kami. Keraguan sang jenderal akan hilang, inshallah," cuit Asif di Twitter.
Menurut Kementerian Luar Negeri Pakistan, pernyataan Rawat itu menggambarkan pola pikir sinis India.
"Pakistan sudah menunjukkan bisa menangkis serangan. Isu ini tidak boleh dianggap enteng. Jangan sampai terjadi kecelakaan karena salah perhitungan. Pakistan mampu membela diri sendiri," kata Mohammad Faisal, juru bicara kementerian.
Militer Pakistan juga menanggapi adu pernyataan itu dan mengatakan mereka adalah negara nuklir yang bertanggung jawab.
Baca Juga: 5 Manfaat Bersepeda Setiap Hari
"Kami adalah militer yang profesional, negara nuklir yang bertanggung jawab, dan bangsa yang tabah. India harus paham itu," kata Mayor Jenderal Asif Ghafoor, juru bicara militer Pakistan, kepada stasiun PTV World.
Dia juga mengatakan Pakistan memiliki kekuatan nuklir yang kredibel, khusus untuk "ancaman dari timur," mengacu pada perbatasan timur dengan India.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran
-
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UBL Memanas, Dosen Terduga Pelaku Laporkan Balik Mahasiswi
-
Walhi Soroti Pertemuan Satgas PKH dengan Gubernur Sherly Tjoanda, Ada Apa?
-
RUU Pemilu Jadi Tarik Ulur: Demokrat Nilai Tak Perlu Buru-Buru, Golkar Minta Segera Dibahas
-
Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan
-
Perang Bikin Harga-harga Naik, Kaesang Lobi Dubes Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Pertamina
-
DPM Perdokjasi Resmi Bekerja Sama dengan 13 Asuransi untuk Perkuat Penilaian Klaim
-
Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor
-
Kemkomdigi Beberkan 7 Ancaman Digital yang Bisa Rusak Mental Anak: PP Tunas Hadir Untuk Melindungi
-
Bukti Awal Sudah di Kantong! Polda Metro Jaya Siap Usut Skandal Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI