Suara.com - Politikus Partai Solidaritas Indonesia Tsamara Amany Alatas mengatakan black campaign akan menimbulkan perpecahan di masyarakat. Salah satu contohnya terjadi di pilkada Jakarta 2017.
"Kita harus belajar dari kasus pilkada DKI, karena kampanye hitam dampaknya sampai sekarang. Masyarakat jadi terpecah belah. Ibarat sakit, lukanya itu sampai sekarang masih basah," kata Tsamara dalam diskusi politik yang diselenggarakan Vox Point Indonesia di Jalan Pasar Baru Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (16/1/2017).
Di pilkada Jakarta 2017, masyarakat terbelah: pro Basuki Tjahaja Purnama dan pro Anies Baswedan.
Menjelang pilkada, kata Tsamara, pemakaian black campaign mendominasi. Kampanye hitam, antara lain dengan mengangkat isu PKI atau keturunan Cina.
Menurut dia black campaign dan kampanye negatif berbeda. Kampanye negatif untuk menyerang lawan biasanya tetap menggunakan data.
"Bagi saya (kampanye negatif) itu boleh dilakukan," ujar calon legislatif dari PSI.
Tsamara mengajak peserta pemilu mengedepankan adu program, bukan memainkan kampanye hitam.
"Harusnya bertarung itu debat program dan data, selesai pemilu ya sudah selesai. Yang dilanjutkan mengawasi program kandidat terpilih," kata dia.
Ketua DPP Gerindra Haposan Paulus Batubara menambahkan kampanye hitam biasanya fitnah atau hoax.
"Black campaign itu fitnah, tidak ada fakta. Kalau negatif campaign ada fakta dan datanya. Misalnya calon wagub menjelang pilkada terungkap kasus perselingkuhan, itu negatif campaign. Tapi kalau dibilang ketum Gerindra terima mahar itu tidak fakta, itu black campaign," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Pundi-pundi Uang di Piala Presiden 2026, 24 Ribu Tiket Ludes Terjual di Laga Pembuka
-
Apa Jabatan Tsamara Amany di PSSI? Temani Arya Sinulingga Bertemu Mauro Zijlstra
-
Tugas Komisaris BUMN Cuma Jadi Pengawas? Tsamara Amany Bilang Rangkap Jabatan Sah-Sah Saja
-
Sikap Sinis Ratu Tisha ke Tsamara Amany Jadi Omongan, Kayak Ada Masalah Serius
-
Geleng-geleng Ratu Tisha Lihat Tingkah Tsamara Amany, Warganet: Muak ya Bu?
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis