Suara.com - Setiap orang tua berperan untuk mengajarkan kedisiplinan dan moral baik kepada anak-anaknya sejak usia dini. Namun, kedisiplinan itu kerapkali diajarkan melalui aksi kekerasan.
Setidaknya, seperti dilansir Mirror, Sabtu (20/1/2018), itulah yang dilakukan seorang ibu di Tiongkok.
Seorang ibu yang tak disebut namanya tega mengikat anak laki-lakinya di sepeda motor. Ia lantas menyeret sang anak yang terikat di jalan raya.
Aksi ibu di jalanan Ludian, kota Zhaotong, Provinsi Yunnan, tersebut terekam video amatir warga dan viral di media-media sosial. tak ayal, sang ibu mendapat banyak kecaman.
Berdasarkan pengakuan sang ibu, bocah itu dihukum karena mencuri uang 2.000 Yuan atau setara Rp4 juta. Uang itu adalah tabungan keluarga mereka.
Setelah tepergok mencuri uang, anak itu tak mau mengakui motif dirinya melakukan hal tidak terpuji tersebut.
Si ibu mengatakan, jumlah uang yang dicuri anak bungsunya itu nyaris sama dengan sebulan gaji yang didapat sang suami, yakni 3.000 Yuan.
"Aku sudah menghukum dia selama dua atau tiga hari," kata si ibu dalam video tersebut.
Baca Juga: Persib Bandung ptimis Raih Kemenangan atas PSMS
Warga sekitar dalam video itu memarahi ibu tersebut.
"Sepengetahuanku, bahkan seorang ibu tiri pun tak bakal menghukum anak-anak seperti kamu ini," tutur warga.
Ibu itu berkilah, tak bermaksud menyakiti buah hatinya. Ia hanya ingin membuat si anak "takut".
Setelah video itu viral, polisi berhasil menemui si ibu. Namun, polisi tak menahan perempuan tersebut. Ia hanya diberi peringatan agar tak lagi menghukum anaknya seperti itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Resmikan Kelenteng Tian Fu Gong di PIK, Pramono Anung Singgung Dewa Jodoh hingga Edukasi Budaya
-
Kecelakaan Jet Tempur AS, Dua E/A-18G Growler Tabrakan di Gunfighters Air Show
-
Kompak! Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Rayakan Iduladha Serentak 27 Mei 2026
-
Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik
-
Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta
-
Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo
-
Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem
-
Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi
-
Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena
-
Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor