Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto, kembali digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (22/1/2018), dengan salah satu saksi yakni pengusaha Made Oka Masagung. [Suara.com/Oke Atmaja]
Sebelum persidangan dimulai, terdakwa Setya Novanto menceritakan pengalaman menjadi penghuni rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Novanto merasakan perubahan gaya hidup. Dulu, dia ketua DPR dan ketua umum Partai Golkar. Sekarang dia menjadi tahanan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.
Dengan statusnya itu, dia tak lagi mendapatkan fasilitas dan kemewahan yang dulu diterimanya.
"Sekarang rakyatlah, sekarang kita berbagi tugas, ngepel, nyapu, nyuci piring. Saya bagian cuci piring ajalah," kata Novanto di pengadilan tindak pidana korupsi, Jakarta Pusat, hari ini.
Novanto menggambarkan kehidupan di rumah tahanan seperti menjadi anak kos. Soal makan, misalnya.
"(Tadi makan) Supermie. Sekarang kan jadi anak kos, kan. Sekarang rakyat jelata, tapi makannya sama-sama." Novanto tertawa.
Untuk makan enak, Novanto harus dikirim makanan oleh istrinya, Deisti Tagor. Novanto tak mau makan enak sendirian. Biasanya, dia tetap berbagi dengan sesama tahanan.
"(Berat badan) turun dua kilo. (Kalau) menunya ya ganti-ganti, tapi kita biasa dari kiriman keluarga kita saling sharing satu sama lain, sama-sama susah kan," katanya.
Novanto diduga menerima uang dari proyek e-KTP sebesar 7,3 juta dollar AS. Uang tersebut diduga diterima Novanto melalui keponakan, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dengan Oka Masagung.
Novanto merasakan perubahan gaya hidup. Dulu, dia ketua DPR dan ketua umum Partai Golkar. Sekarang dia menjadi tahanan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.
Dengan statusnya itu, dia tak lagi mendapatkan fasilitas dan kemewahan yang dulu diterimanya.
"Sekarang rakyatlah, sekarang kita berbagi tugas, ngepel, nyapu, nyuci piring. Saya bagian cuci piring ajalah," kata Novanto di pengadilan tindak pidana korupsi, Jakarta Pusat, hari ini.
Novanto menggambarkan kehidupan di rumah tahanan seperti menjadi anak kos. Soal makan, misalnya.
"(Tadi makan) Supermie. Sekarang kan jadi anak kos, kan. Sekarang rakyat jelata, tapi makannya sama-sama." Novanto tertawa.
Untuk makan enak, Novanto harus dikirim makanan oleh istrinya, Deisti Tagor. Novanto tak mau makan enak sendirian. Biasanya, dia tetap berbagi dengan sesama tahanan.
"(Berat badan) turun dua kilo. (Kalau) menunya ya ganti-ganti, tapi kita biasa dari kiriman keluarga kita saling sharing satu sama lain, sama-sama susah kan," katanya.
Novanto diduga menerima uang dari proyek e-KTP sebesar 7,3 juta dollar AS. Uang tersebut diduga diterima Novanto melalui keponakan, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dengan Oka Masagung.
Komentar
Berita Terkait
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
Praperadilan Paulus Tannos dalam Kasus E-KTP Ditolak Hakim, Ini Alasannya
-
HUT Fraksi Golkar, Sarmuji Kenang Jasa Setya Novanto: Saya Banyak Belajar Menghadapi Tekanan
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Mengintip Rumah Setya Novanto di Kupang yang Dilelang KPK, Harganya Miliaran!
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Desain KDMP Dinilai Melenceng, Berisiko Jadi Proyek Politik Pemerintah
-
Prancis Bak Neraka Bocor, 20 Ribu Warlok dan Turis Dievakuasi Akibat Kebakaran Hutan Ekstrem
-
Here We Go! Daftar Resmi Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026: Bertabur Bintang
-
Pembangunan Daerah Terus Berjalan, Dasco - Cucun Terima Dialog APKASI
-
KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
-
Bukan Cedera, Ini Alasan Debut Mariano Peralta Bersama Persib Tertunda
-
Teknologi Logistik AI Ubah Masa Depan E-Commerce Indonesia
-
Rakyat Tidak Keberatan Membayar Pajak, Asal Negara Tahu Cara Mengelolanya
-
Jordi Amat Ungkap Modal Penting Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026
-
Saksi Dibeli Produk Bukan di Toko Resmi, dr Richard Lee Bingung Jadi Tersangka