Suara.com - Koordinator Nasional Jaringan Pendidik Pemilih untuk Rakyat Sunanto berharap lembaga-lembaga survei ikut menciptakan pemilihan kepala daerah dan pemilihan umum yang damai di Indonesia. Karena itu dia meminta lembaga survei tetap menjaga integritas, independensi, dan objektifitasnya dalam melakukan dan mempublikasi hasil survei.
"Saya kira tiga elemen itu yang harus diperkuat oleh lembaga survei dan hasilnya semoga menjadi referensi publik dalam memilih," katanya di D'Hotel, Jalan Sultan Agung, Guntur, Jakarta Selatan, Selasa (30/1/2018).
Integritas yang dimaksud Sunanto adalah agar survei yang dilakukan tidak ditunggangi oleh kepentingan pihak lain. Sunanto ingin, hasil penelitian lembaga survei benar-benar sesuai dengan yang didapatkan di lapangan.
"Dengan survei yang ilmiah, yang menampilkan data-data yang telah disurveinya tanpa terpengaruh oleh kepentingan anasir politik untuk kemenangan seseorang," kata Sunanto.
Sementara terkait isu agama yang turut diteliti oleh lembaga survei, Sunanto tidak mempermasalahkannya. Menurutnya, hal itu bertujuan untuk memberikan pengetahun bagi masyarakat.
"Sebagai kajian ilmiah nggak ada masalah sebenarnya, biar publik juga semakin belajar, ada polarisasi. Yang kita khawatirkan hasil survei itu untuk kepentingan politis, memunculkan isu Agama tapi untuk tujuan politis aja," katanya.
"Itu saya kira akan menambah isu-isu baru dan polarisasi masyarakat semakin kuat. Kalau sudah terpolarisasi maka gesekannnya akan semakin kuat dan besar. Dan mungkin saat ini nggak, tapi kalau ada pemicunya itu kemungkinan meledaknya bisa sangat luar biasa," kata Sunanto.
Sunanto mengatakan masih ada lembaga survei yang dalam melakukan survei tidak objektif. Dia menilai masih ada lembaga survei yang bertindak sebagai konsultan politik dari pihak yang berkepentingan.
"Saat ini saya melihat masih on the track ya, walaupun ada beberapa yang belum transparan, biar publik yang menilai. Tapi ada yang saya khawatirkan, ada lembaga survei yang nyambi, satu sebagai periset tapi satu sebagai konsultan politik, data surveinya dijadikan alat untuk konsultasi," katanya.
Baca Juga: PDIP: Bacalon PDIP di Pilkada Serentak Dilarang Main Isu SARA
"Itu yang saya kira, malah kemungkinan bias terhadap perilaku-perilaku politik karena pertanyaan-pertanyaan itu disusun untuk kepentingan politik, bukan disusun untuk memotret suatu realita," kata Sutanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto