Prajurit TNI bersama warga melakukan bongkar muat bantuan makanan dan obat-obatan di Ewer, Kabupaten Asmat, Papua, Senin (29/1).
Sembilan puluh persen bantuan untuk penderita busung lapar dan campak sudah sampai ke Suku Asmat (Papua) dan sebagian Papua Barat.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan program ini sesuai Instruksi Presiden Joko Widodo.
"Namun kemarin itu memang kita fokuskan untuk bisa hadir di Asmat, membawa semua programnya untuk bisa mengatasi empat hal terutama kesehatan, sosial budaya, infrastuktur, dan tata kelola pemerintahan," kata Puan di kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2018).
Untuk mempercepat penanganan masalah, kata Puan, pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi.
"Sesuai dengan arahan bapak presiden juga sudah ditugaskan tim terpadu antara TNI-Polri untuk bisa masuk ke sana membawa semua bantuan supaya bisa langsung diterima, tidak hanya di kabupaten, tapi juga ke distrik-distrik dan desa desa yang ada di Asmat," katanya.
Mendistribusikan bantuan ke sebagian daerah di Papua dan Papua Barat tidak mudah dilakukan karena kondisi geografi.
"Namun, itu bukan menjadi alasan untuk tidak melakukan apa-apa. Negara harus tetap hadir, kita lakukan koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah. Pemerintah daerah harus ikut terlibat dan nantinya ke depan akan kita lakukan pendampingan dengan membawa SDM dari luar Papua dan Papua Barat, tentu saja dengan melibatkan SDM yang ada di Papua," katanya.
Pemerintah juga akan meningkatkan bidang pendidikan dan kesehatan di sana. Mengatasi masalah di Papua dan Papua Barat, kata Puan, tidak sama dengan mengatasi persoalan di Jawa dan Sumatera.
"Perlu ada afirmasi khusus untuk bisa mengintervensi hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan di Papua. Karena selain letak geografis, perilaku, gaya hidup, tentu saja masalah pendidikan sangat berkaitan erat, sehingga tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri," lanjutnya.
"Setelah ini, saya akan minta koordinasi antara Bappenas kemudian antara Kemenko PMK, KSP, untuk bisa menjadi satuan tugas, yang harus terintegrasi dalam menjalankan semua program kementerian dan semua sudah setuju dan memahami apa saja yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Makanya kita bikin matriks sampai pembiayaannya, kira-kira biayanya kedepan berapa, jangka pendek, menengah, dan panjang berapa."
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan program ini sesuai Instruksi Presiden Joko Widodo.
"Namun kemarin itu memang kita fokuskan untuk bisa hadir di Asmat, membawa semua programnya untuk bisa mengatasi empat hal terutama kesehatan, sosial budaya, infrastuktur, dan tata kelola pemerintahan," kata Puan di kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2018).
Untuk mempercepat penanganan masalah, kata Puan, pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi.
"Sesuai dengan arahan bapak presiden juga sudah ditugaskan tim terpadu antara TNI-Polri untuk bisa masuk ke sana membawa semua bantuan supaya bisa langsung diterima, tidak hanya di kabupaten, tapi juga ke distrik-distrik dan desa desa yang ada di Asmat," katanya.
Mendistribusikan bantuan ke sebagian daerah di Papua dan Papua Barat tidak mudah dilakukan karena kondisi geografi.
"Namun, itu bukan menjadi alasan untuk tidak melakukan apa-apa. Negara harus tetap hadir, kita lakukan koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah. Pemerintah daerah harus ikut terlibat dan nantinya ke depan akan kita lakukan pendampingan dengan membawa SDM dari luar Papua dan Papua Barat, tentu saja dengan melibatkan SDM yang ada di Papua," katanya.
Pemerintah juga akan meningkatkan bidang pendidikan dan kesehatan di sana. Mengatasi masalah di Papua dan Papua Barat, kata Puan, tidak sama dengan mengatasi persoalan di Jawa dan Sumatera.
"Perlu ada afirmasi khusus untuk bisa mengintervensi hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan di Papua. Karena selain letak geografis, perilaku, gaya hidup, tentu saja masalah pendidikan sangat berkaitan erat, sehingga tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri," lanjutnya.
"Setelah ini, saya akan minta koordinasi antara Bappenas kemudian antara Kemenko PMK, KSP, untuk bisa menjadi satuan tugas, yang harus terintegrasi dalam menjalankan semua program kementerian dan semua sudah setuju dan memahami apa saja yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Makanya kita bikin matriks sampai pembiayaannya, kira-kira biayanya kedepan berapa, jangka pendek, menengah, dan panjang berapa."
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
YLBHI Nilai RUU Penanggulangan Disinformasi Ancaman Serius Demokrasi dan Kebebasan Berekspresi
-
Iran Hubungi China, Bahas Ancaman Militer AS Pasca Manuver USS Abraham Lincoln
-
Haru Pengukuhan Guru Besar Zainal Arifin Mochtar, Tangis Pecah Kenang Janji pada Sang Ayah
-
Saksi Bantah Acara Golf di Thailand Bicarakan Penyewaan Penyewaan Kapal
-
KPAI Soroti Lemahnya Pemenuhan Hak Sipil Anak, Akta Kelahiran Masih Minim di Daerah Tertinggal
-
Prabowo Gelar Rapat Tertutup, Bahas Tambang Mineral Kritis Hingga Mobnas
-
Air Mata dan Pelukan Ibu Warnai Momen Kebebasan Laras Faizati di Rutan Pondok Bambu
-
AS Dilaporkan Siapkan Serangan Kilat ke Iran, Sikap Trump Tentukan Perang Dunia?
-
Dituding Rugikan Negara Rp2,9 Triliun, Kerry Riza: Itu Adalah Pembayaran atas Tagihan Saya
-
Dedi Mulyadi dan Willy Bongkar Sisi Gelap Gunung Emas: 70 Ribu Gurandil dan Raup 250 Kg Emas