Fahri Hamzah [suara.com/Dian Rosmala]
Tokoh-tokoh muda diimbau jangan hanya mengejar posisi calon wakil presiden di pemilu 2019. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meyakini publik menginginkan pemimpin muda.
"Saya percaya ya, kepemimpinan di 2019 nanti akan beralih ke generasi berumur, maksimal sebelum dia 50 tahun. Saya membayangkan begitu. Ini akan terjadi," kata Fahri di DPR, Jakarta, Jumat (2/2/2017).
Saat ini tokoh yang paling potensial bertarung di gelanggang pilpres untuk periode lima tahun ke depan hanya Joko Widodo dan Prabowo Subianto, setidaknya nama-nama mereka selalu di urutan teratas menurut survei.
"Generasi ini yang akan menangkap kepemimpinan yang baru. Menurut saya inilah yang punya harapan. Nah karena itu jangan incar wapres dong, saya nggak ngeritik ya. Tapi maksud saya, ini imbauan. Imbauan kepada generasi," tutur Fahri.
Fahri menambahkan sudah saatnya generasi muda tampil di panggung, menyuarakan gagasan mengelola Republik.
"Imbauan ke generasi jadilah kalian capres dan ungkapkanlah pikiran kalian tentang bagaimana mengelola republik ini," ujar Fahri.
Tokoh muda yang menurut Fahri layak maju yaitu Zulkifli Hasan dan Muhaimin Iskandar. Zulkifli seorang ketua umum Partai Amanat Nasional dan kini memimpin Majelis Permusyawaratan Rakyat. Muhaimin sudah berpengalaman di birokrasi dan sekarang nakoda Partai Kebangkitan Bangsa.
"Biar mereka tempur. Ini orang punya konten semua. Jago. Saya kenal Cak Imin tahun 1997, saya ikut training dengan dia ke Thailand 1997 kok. Ya kan. Sudah diskusi dengan LSM internasional. Sudah pede saja maju nyalon presiden," kata Fahri.
Jurnalis kemudian tanya apakah Fahri sendiri ingin ikut bertempur, dengan nada bercanda dia bilang posisinya paling banter jadi tim sukses.
"Saya kan anu, cherleader. Paling jauh jadi mak comblang saja. Kerjaannya kita begitu saja."
Dengan nada serius lagi, Fahri menekankan sudah waktunya generasi muda memimpin negeri ini.
"Tapi maksud saya begini, ini anak muda ini, kalau bisa mereka membentuk tim untuk kepemimpinan baru yang lebih segar di masa yang datang 2019."
"Saya percaya ya, kepemimpinan di 2019 nanti akan beralih ke generasi berumur, maksimal sebelum dia 50 tahun. Saya membayangkan begitu. Ini akan terjadi," kata Fahri di DPR, Jakarta, Jumat (2/2/2017).
Saat ini tokoh yang paling potensial bertarung di gelanggang pilpres untuk periode lima tahun ke depan hanya Joko Widodo dan Prabowo Subianto, setidaknya nama-nama mereka selalu di urutan teratas menurut survei.
"Generasi ini yang akan menangkap kepemimpinan yang baru. Menurut saya inilah yang punya harapan. Nah karena itu jangan incar wapres dong, saya nggak ngeritik ya. Tapi maksud saya, ini imbauan. Imbauan kepada generasi," tutur Fahri.
Fahri menambahkan sudah saatnya generasi muda tampil di panggung, menyuarakan gagasan mengelola Republik.
"Imbauan ke generasi jadilah kalian capres dan ungkapkanlah pikiran kalian tentang bagaimana mengelola republik ini," ujar Fahri.
Tokoh muda yang menurut Fahri layak maju yaitu Zulkifli Hasan dan Muhaimin Iskandar. Zulkifli seorang ketua umum Partai Amanat Nasional dan kini memimpin Majelis Permusyawaratan Rakyat. Muhaimin sudah berpengalaman di birokrasi dan sekarang nakoda Partai Kebangkitan Bangsa.
"Biar mereka tempur. Ini orang punya konten semua. Jago. Saya kenal Cak Imin tahun 1997, saya ikut training dengan dia ke Thailand 1997 kok. Ya kan. Sudah diskusi dengan LSM internasional. Sudah pede saja maju nyalon presiden," kata Fahri.
Jurnalis kemudian tanya apakah Fahri sendiri ingin ikut bertempur, dengan nada bercanda dia bilang posisinya paling banter jadi tim sukses.
"Saya kan anu, cherleader. Paling jauh jadi mak comblang saja. Kerjaannya kita begitu saja."
Dengan nada serius lagi, Fahri menekankan sudah waktunya generasi muda memimpin negeri ini.
"Tapi maksud saya begini, ini anak muda ini, kalau bisa mereka membentuk tim untuk kepemimpinan baru yang lebih segar di masa yang datang 2019."
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Tepis Salah Paham Ekonomi Prabowo, Fahri Hamzah: SDA Harus Dikuasai Negara, Bukan Korporasi
-
Fahri Hamzah Merespons Pernyataan Saiful Mujani Soal 'Jatuhkan Prabowo'
-
Isu Jatuhkan Prabowo Mencuat, Fahri Hamzah Minta Jangan Kasih Ruang: Dunia Lagi Kacau
-
Fahri Hamzah: Pilkada Lewat DPRD Diskusi Efisiensi, Jangan Terlalu Curigai Prabowo
-
Fahri Hamzah: Prabowo Satu-satunya Presiden Independen yang Tak Bisa 'Disetir'
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Bos Barong Grup: Rokok Ilegal Jangan Cuma Ditindak, Ajak Masuk Jalur Legal
-
Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Mengenal Istilah Ngadal: Tradisi 'Magang' Anak SMP Jadi Penjaga Perlintasan Rel Liar
-
Rekam Jejak Kontroversial Sara Duterte: Dari Pukul Petugas hingga Ancam Pembunuhan Ferdinand Marcos
-
Sistem Biokontainment Amerika Serikat Siaga Penuh Antisipasi Ledakan Kasus Hantavirus
-
Puan Maharani Soal Larangan Nobar Film 'Pesta Babi', Minta DPR Panggil Pihak Terkait
-
SMAN 1 Pontianak Tuntut Klarifikasi LCC 4 Pilar MPR RI: Juri Diduga Tak Konsisten
-
Mencekam Hantavirus di Kapal MV Hondius, dari Pasien Kritis Sempat Didiagnosis Cuma Mengalami Stres
-
Minta Maaf ke Siswa SMAN 1 Pontianak, Hetifah Sjaifudian Perjuangkan Tanding Ulang LCC 4 Pilar
-
Datang ke RSCM, Oditur Militer Pulang Tanpa Bisa Temui Andrie Yunus