Suara.com - Teguh Gunawan, Ketua Rukun Tetangga di Perumahan Taman Ubud Estate, RT 2, RW 1, Binong, Curug, Tangerang, menjadi korban pemukulan warganya sendiri.
Pemukulan itu terjadi saat Teguh sedang bertugas melakukan pendataan agar warganya bisa terdaftar sebagai pemilih dalam pelaksaanaan Pilkada Kabupaten Tangerang.
"Yang bersangkutan adalah Ketua RT sekaligus ditunjuk oleh KPUD Kabupaten Tangerang sebagai Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP)," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Alexander Yurikho, Minggu (4/2/2018).
Awalnya korban mendatangi rumah seorang warga bernama Eko M.T. dengan menggunakan sepeda motor. Ketika itu, warga yang ingin didata sedang keluar rumah. Akhirnya Teguh mampir ke rumah warga lain sambil menunggu Eko pulang.
"Korban mendatangi rumah tetangga di sebelahnya, sedangkan sepeda motor korban tetap terparkir di depan rumah (Eko)," kata Alexander.
Tak lama, Eko yang dicari Ketua RT itu datang menggunakan mobil. Sesampainya di rumahnya, Eko kemudian meminta Teguh untuk memindahkan sepeda motornya, karena dianggap menghalangi kendaraannya yang ingin dimasukan ke garasi rumah.
"Selanjutnya korban memindahkan sepeda motornya dan kemudian menghampiri terlapor (Eko) untuk mengajak ngobrol dan mendata," kata Alexander.
Rupanya, Eko masih kesal dengan Teguh yang dianggap seenaknya memarkir kendaraan di depan rumahnya. Bahkan, kata Alexander, Eko tak mau meluangkan waktu agar bisa didata sebagai pemilih. Justru, Eko malah mendorong korban dan langsung melepaskan bolgem mentah ke wajah Teguh sebanyak tiga kali.
"Akibat kejadian korban mengalami pendarahan dihidungnya. Selanjutnya korban dibawa ke RS Siloam Tangerang untuk mendapatkan perawatan dan direncanakan akan dioperasi karena tulang hidungnya mengalami patah," kata Alexander.
Baca Juga: Farhat Abbas Vs Vicky Prasetyo, Uya Kuya: Nggak Ada Pemukulan!
Tak terima, Teguh kemudian melaporkan aksi pemukulan warganya itu ke Polres Tangsel agar bisa diproses secara hukum. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait laporan kasus tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas