Suara.com - Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat mengamankan diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang menyusup ke Pondok Pesantren Al-Islamiyyah di wilayah Kecamatan Baros.
"Penangkapan ODGJ yang belum diketahui identitas tersebut berawal dari laporan pihak Ponpes Al-Islamiyyah Sukabumi yang mencurigai adanya orang tidak dikenal beperilaku aneh masuk ke halaman ponpes," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Condro Purnomo di Sukabumi, Selasa (6//2018).
Informasi yang dihimpun, penangkapan ODGJ itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB yang pada saat kejadian saksi yang merupakan santri ponpes tersebut bertemu dengan Mr X. Saat ditanya, ternyata jawabannya selalu berubah-ubah yang awalnya hendak bertemu dengan adiknya, ternyata setelah diperiksa tidak ada nama santri yang disebut oleh ODGJ itu.
Kemudian, ditanya alamatnya pun tidak konsisten hingga pihak kepolisian dibantu santri ponpes, ulama, petugas Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kota Sukabumi mendatangi empat alamat yang disebutkan ODGJ tersebut.
Khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pihaknya langsung mengamankan Mr X ini dibawah pengamanan petugas kepolisian, dinkes dan dinsos.
"Kami sudah memintai keterangan dari saksi dan menginterogasi terduga ODGJ tersebut serta menyerahkan penanganan kejiwaannya kepada pihak dinkes dan dinsos," tambahnya.
Di sisi lain, Susatyo mengatakan pihaknya sudah mengerahkan Bhabinkamtibmas dan anggotanya di setiap polsek untuk antisipasi bahaya ODGJ. Sebab orang yang menyandang penyakit kejiwaan sulit ditebak perilakunya.
Ini bertujuan untuk melindungi warga khususnya ulama, santri maupun pemuka agama agar tidak terjadi kesimpangsiuran isu yang berkembang di masyarakat serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga.
Sementara, Ketua Tim Penanganan Informasi dan Keluhan RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi Wahyu Handriana menambahkan dari hasil pemeriksaan sementara kejiwaan terhadap Mr X ini mengidap sakit jiwa.
Baca Juga: Puncak Longsor, Kendaraan dari Jakarta Dialihkan ke Sukabumi
Maka dari itu, pihaknya menurunkan dokter spesialis kejiwaan untuk menangani pasien tersebut dan jika sakitnya sudah berat maka akan dimasukan ke ruang isolasi khusus pasien kejiwaan untuk mendapatkan pengobatan.
"Pasien tersebut memang mengidap penyakit kejiwaan, walaupun masih bisa berkomunikasi tetapi jawabannya selalu berubah-ubah dan tidak nyambung," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Kronologi Penggerebekan 16 WNA di Sukabumi: Sewa Hotel Setahun, Diduga Siapkan 50 Anggota Sindikat
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Pernah Sebut Pasien RSJ Orang Gila, dr Gia Pratama Akui Khilaf dan Minta Maaf
-
Kasus Kematian Nizam Syafei Naik Penyidikan, Kuasa Hukum: Harus Diusut Tanpa Tebang Pilih
-
Legislator Minta Polri Agar Usut Pengancaman Terhadap Ibu Almarhum Nizam Syafei
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan