Suara.com - Rangga panik tatkala mendapati mobilnya tak lagi ada di tempat dirinya memarkirkannya, di Jalan Progo, Kota Bandung, Jawa Barat. Mengira mobilnya sudah digondol pencuri, ia melapor ke Polsek Bandung Wetan.
Kapolsekta Bandung Wetan Komisaris Hidayatullah mengatakan, Rangga melaporkan kehilangan mobil yang diparkirnya di dekat Kafe Sejiwa Kopi, Jalan Progo, Bandung, pada Sabtu (3/2) pekan lalu.
"Setelah mendapat laporan itu, aparat memeriksa tempat kejadian perkara. Kami juga meminta keterangan dari sejumlah saksi, tapi ada keanehan,” tutur Komisaris Hidayatullah dalam pernyataan tertulis, Rabu (7/2/2018).
Ia mengatakan, sejumlah saksi di lokasi kejadian berani menegaskan mereka tak pernah melihat mobil dengan ciri-ciri seperti dikatakan Rangga.
Polisi lantas meninggalkan lokasi itu dengan kebingungan.
Selang dua hari, Senin (5/2), polisi akhirnya menemui titik terang mengenai kasus hilangnya mobil Rangga.
Seorang warga, kata Hidayatullah, melaporkan kepada Bhabinkamtibmas Polsekta Bandung Wetan bahwa melihat mobil dengan ciri-ciri seperti disebutkan Rangga berada di Jalan Banda, Kota Bandung.
Persisnya, kata dia, warga itu melaporkan melihat mobil tersebut di dekat Studio Jonas Foto, yang tak jauh dari Jalan Progo.
Baca Juga: Dihantam Gempa 6,4 SR, Apartemen Taiwan Ini Miring Nyaris Jatuh
Polisi lantas mendatangi lokasi, dan mendapatkan mobil yang memunyai ciri khas sama seperti dikatakan Rangga.
"Ternyata, Rangga salah memarkirkan mobilnya. Dia lupa tempat memarkirkan mobil. Dia bilang dekat Kafe Sejiwa Kopi, ternyata di dekat Studio Jonas Foto. Namun, Rangga berkukuh tak salah parkir,” terangnya.
Meski masih menyisakan kejanggalan, mobil itu langsung dibawa ke Mapolsek Bandung Wetan. Rangga dan orang tuanya juga sudah datang dan mengambil mobil tersebut, Rabu hari ini.
”Mobilnya merek Toyota Agya warna perak bernomor polisi B 1387 URB,” terang Hidayatullah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar