Suara.com - Pengacara terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP Setya Novanto, Firman Wijaya mendesak Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan pengacaranya untuk membuktikan bahwa dirinya pernah bertemu dengan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Saan Mustopa di Lembaga Pemasyarakatab Sukamiskin.
"Dikatakan ada pertemuan dengan Saan di Sukamiskin. Itu saya minta pembuktian dari Pak SBY. Katanya ada informasi dari orang yang dipercaya, ada nggak pertemuan saya dengan Saan di Sukamiskin satu minggu sebelum sidang," kata Firman Wijaya dalam diskusi bertajuk 'Catatan Hitam e-KTP' di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/2/2018).
Pembuktian bahwa dirinya sempat bertemu dengan Saan Mustopa di Lapas Sukamiskin untuk membuat skenario tertentu kata dia sangatlah mudah. Sebab, di Lapas Sukamiskin memiliki CCTV dan buku catatan tamu.
Diketahui, Firman dilaporkan SBY atas dugaan pencemaran nama baik dengan mengatakan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat itu telah mengintervensi proyek e-KTP. Firman menegaskan bahwa jika pihak Cikeas tak bisa membuktikan bahwa dirinya sempat bertemu Saan, maka sesungguhnya kasus itu lebih serius.
"Ini sangat serius di depan publik. Kalau tidak bisa dibuktikan, ini bisa jadi masalah yang serius," katanya.
Berita Terkait
-
Buronan Korupsi e-KTP Paulus Tannos Gugat Praperadilan, KPK: DPO Tak Punya Hak
-
KPK Tak Hadir, Sidang Praperadilan Paulus Tannos Ditunda 2 Pekan
-
Santai Digugat Buronan e-KTP, KPK Pede Hakim Bakal Acuhkan Praperadilan Paulus Tannos, Mengapa?
-
Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Digugat! Cacat Hukum? Ini Kata Penggugat
-
Pengamat: Keberanian Dasco Minta Maaf dan Bertemu Mahasiswa jadi Terobosan Baru DPR
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Antisipasi Puncak Cuaca Ekstrem, BPBD Tebar 2,4 Ton Bahan Semai di Hari Keenam OMC
-
Wacana Polri di Bawah Kementerian Mengemuka, Yusril Tegaskan Masih Tahap Opsi Reformasi
-
Ratusan Warga Serang Masih Mengungsi, Banjir Dominasi Bencana Hidrometeorologi
-
Drama Sidang Korupsi: Hakim Ad Hoc Walkout Tuntut Gaji, Kini Diperiksa KY
-
Antisipasi Jalan Rusak akibat Banjir, Dinas Bina Marga DKI Lirik Aspal 'Sakti' yang Bisa Serap Air
-
Pascabencana Bireuen, Mendagri Tito Tinjau Infrastruktur Jembatan
-
Keterlibatan TNI-Polri Jadi Petugas Haji 2026 Melonjak Drastis, Menhaj: Naik Hampir 100 Persen Lebih
-
Konflik Agraria Belum Usai, Legislator Gerindra Minta Pemerintah Buang Ego Sektoral demi Keadilan
-
Tunjangan Panitera Cuma Rp400 Ribu, DPR Peringatkan Bahaya: Kualitas Pengadilan Taruhannya!
-
MBG Bertransformasi: dari Piring Makan ke Jaring Pengaman Sosial