"Banjir dan genangan disebabkan oleh drainase perkotaan yang tidak mampu mengalirkan aliran permukaan. Hujan lebat menyebabkan aliran permukaan melebihi kapasitas pengaliran drainase. Banjir dan genangan saat ini lebih cepat surut," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.
Jakarta makin rentan banjir karena terkait dengan terbatasnya kawasan resapan air. Pembangunan yang masif dengan kondisi permukaan yang kedap air tak berimbang dengan terbatasnya resapan air serta konservasi tanah.
Akibatnya, kata dia, 85 persen curah hujan yang jatuh di wilayah Jakarta dikonversi menjadi aliran permukaan. Hanya sekitar 15 persen yang tertahan di permukaan tanah dan meresap ke dalam tanah.
”Itulah yang menyebabkan setiap hujan deras sering timbul banjir dan genangan. Ke depan perlu diperbanyak pembangunan embung, sumur resapan, danau mini, biopori, restorasi anak-anak sungai, taman sebagai resapan air dan lainnya,” katanya.
Sepekan banjir sebelumnya, Senin (5/2), Sebanyak 11 ribu orang lebih menjadi korban. Sementara 6.000-an orang di antaranya mengungsi.
Berdasarkan laporan BPBD DKI Jakarta, banjir yang terjadi pekan lalu menyebabkan 7.228 KK atau 11.450 jiwa terdampak banjir.
Banjir meliputi 141 RT dan 49 RW di 20 kelurahan pada 12 kecamatan di Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.
Minta Warga Tak Egois
"Bagi saya perinsipnya adalah, saya akan kerjakan apa pun yang harus dikerjakan untuk menyelamatkan Jakarta dari banjir," kata Anies saat melakukan kunjungan kerja ke Bogor, Senin (12/2) siang.
Baca Juga: Diet Selalu Gagal? Bisa Jadi Gara-gara Makanan Ini
Anies mendatangi daerah itu untuk berkoordinasi dengan Wali Kota Bogor Bima Arya, dan melihat langsung kondisi Bendung Katulampa.
"Dan saya siap menemui siapa pun yang ada kaitannya dengan penyelamatan Jakarta dari banjir. Ini adalah tanggung jawab saya, dan saya akan tunaikan tanggung jawab itu dengan debaik-baiknya," tambah Anies dengan mimik muka serius.
Sedangkan Wakil Gubernur Sandiaga Uno, Kamis kemarin, mengatakan pemprov akan mempercepat proyek pembangunan Sodetan Sungai Ciliwung. Sandiaga ingin banjir Jakarta cepat ditanggulangi.
"Karena ini bagian terpenting dari tentunya penataan air dan juga penanggulangan banjir ke depan," ujar Sandiaga di Balai Kota, juga dengan mimik muka serius.
Sandi mengakui sudah berdialog dengan warga di Bidara Cina soal rencana penggusuran dan pemindahan tempat tinggal mereka.
Sandi mengklaim warga sudah setuju pindah dari bantaran sungai itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau