Suara.com - Perempuan berusia 60 tahun berinisial CW masih intesif diperiksa Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Pusat, karena diduga menyekap 5 anak adopsi.
CW ditangkapdi Hotel Le Meredien, pada Rabu (28/2/2018). Sampai Sabtu (3/3), CW belum mau membuka mulut mengenai dari mana ia mengadopsi 5 anak tersebut.
"Semua motif maupun dari mana anaknya diambil itu masih dalam penyidikan,” kata Kapolres Jakpus Komisaris besar Roma Hutajulu.
Polisi sementara ini baru mengetahui bahwa CW selalu membawa kelima bocah tersebut berpindah-pindah tempat tinggal di hotel.
Ia mengatakan, CW mengakui kepada polisi tak memunyai pekerjaan. Namun, keterangan itu masih diragukan.
"Tersangka ini mengaku selalu tinggal di hotel karena memiliki rasa trauma untuk tinggal di rumah karena pernah menjadi korban perampokan," ujar Roma.
Kelima anak itu diadopsi oleh CW sejak berumur sekitar dua tahun. Lima anak ini berinisial yakni FA, RW , OV, EO, dan TI.
Bocah-bocah itu kekinian sudah dalam pengawasan Kementerian Sosial, di Rumah Aman Bambu Apus, Jakarta Timur.
Untuk diketahui, CW mengadopsi bocah-bocah itu sejak tahun 2009. Sejak saat itu, mereka kerap mendapat penganiayaan dari CW.
Baca Juga: Leroy Sane: Para Pemain Sudah Bicarakan soal Titel di Ruang Ganti
Mereka kerap dikurung di kamar mandi, dan tak boleh bersekolah. Kasus ini terungkap ketika salah satu anak, FA, kabur pada April 2017. FA sempat tinggal bersama rekan CW inisial Y, hingga FA berumur 13 tahun.
"Itu FA tinggal dirumah Y. Nah, setelah tinggal beberapa lama dan karena kesibukan Y, jadi FA dititipkan ke temannya inisial R," kata Roma.
Selanjutnya, dengan kondisi FA tak mengenyam pendidikan. R mencoba mendaftarkan FA untuk bersekolah.
Namun, FA terbentur persoalan ketiadaan akte kelahiran. Akhirnya R berkonsultasi kepada Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Selasa (26/2/2018)
"Dari pemeriksaan LPAI kepada FA, barulah terbongkar kalau selama ini dia diurus atau diangkat sebagai anak oleh CW dan tidak punya akte kelahiran," ujar Roma.
LPAI merasa curiga dan menganggap ada yang bermasalah terhadap FA, akhirnya LPAI melaporkan kepada Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat.
"Hingga akhirnya polisi pada Rabu (28/2/2018) malam, menggerebek Hotel Le Meredien tempat CW tinggal. Ditemukan ada empat anak lainnya di dalam kamar hotel bersama CW," ujar Roma.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan