Suara.com - Presiden Joko Widodo pada, Sabtu (3/3/2018) sore, mengunjungi pameran sepatu sneaker yang digelar di mal yang berada di kawasan Senayan, Jakarta. Selain untuk meluangkan waktu berakhir pekan bersama keluarga, Jokowi menggunakan kesempatan tersebut untuk melihat perkembangan pasar dan industri sepatu khususnya sneaker di Tanah Air.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, menyebutkan Jokowi meyakini produk sepatu sneaker lokal berkualitas unggul sehingga mampu bersaing di pasar global.
"Ya ini saya ingin melihat tren. Tren pasar seperti apa? Tren sepatu seperti apa?" ujar Jokowi.
Meskipun masih didominasi produk luar negeri, Jokowi yakin produk sneaker Indonesia lebih unggul sehingga mampu bersaing di pasar internasional.
"Ada juga tadi yang hand made misalnya, ada juga bentuk produksi yang saya lihat juga bagus," ungkapnya.
Selain unggul dari segi kualitas, harga yang ditawarkan juga lebih kompetitif. Hal tersebut menurut Jokowi akan semakin menambah nilai jual produk sneaker Indonesia.
"Harus melihat tren pasar, seperti apa desain yang disukai? Kemudian warna apa yang disukai? Harga berapa pun kalau konsumen senang pasti dibeli," tuturnya.
Tak lupa, Jokowi mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut serta bersama-sama dengan pemerintah mendukung dan menghargai produk-produk karya anak bangsa.
"Belilah produk-produk dalam negeri," ucap mantan gubernur DKI Jakarta.
Baca Juga: Diduga Hina Presiden Jokowi, Warga Berinisial KJ Ditangkap Polisi
Jokowi pun memperlihatkan sepatu produksi dalam negeri yang dibelinya seharga Rp380 ribu.
"Ini dari daerah Bandung, bagus banget,"tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Jokowi yang didampingi Ibu Iriana Joko Widodo beserta keluarganya, termasuki putra pertamanya Gibran Rakabuming Raka, membeli beberapa pasang sepatu dan juga jaket.
"Saya beli sepatu dan jaket saja," pungkas Jokowi.
Berita Terkait
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!
-
Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Analis Bongkar Misi Reshuffle Prabowo Hapus Bayang-bayang Jokowi dan Jadikan Dudung 'The New Luhut'
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?