AHY pun serupa, setelah diterima Presiden, putra tertua SBY itu berujar bahwa ia menyampaikan undangan kepada Presiden untuk hadir dalam acara Rapimnas Partai Demokrat.
Ia pun membawa pesan dari SBY tentang ucapan selamat sukses dalam memimpin negeri ini dengan berbagai situasi politik yang semakin kompleks di masa-masa menjelang pesta demokrasi.
Maka setelah pertemuan itu, rona kontroversi politik praktis di dalam Istana Presiden pun meredup.
Untuk Semua Filosofi "tahta untuk rakyat" menjadi dogma yang dianut oleh Presiden ketujuh RI, Jokowi. Pria berdarah Jawa itu seakan tidak ingin menikmati istana sendirian.
Sebisa mungkin, Jokowi yang terkenal selalu ingin dekat dengan rakyat itu, ingin membuka pintu istana selebar mungkin kepada masyarakat.
Jika bukan terhalang alasan prosedur pengamanan, barangkali seluruh istana bisa dengan mudah diakses oleh siapa saja.
Hal inilah yang menurut Dewan Pakar DPW Partai Nasional Demokrat (NasDem) Banten Adi Abdillah menjadi ciri khas yang membedakan Jokowi dengan para pendahulunya.
Menurut dia, Presiden memang memiliki gaya masing-masing dalam pemanfaatan istana dan Jokowi lebih memilih membuka sekat kekakuan dan kesan "angker" dengan mempersilakan rakyat mengakses istana lebih leluasa ketimbang sebelumnya.
Sejak awal terpilihnya pun bahkan Jokowi menggelar pesta rakyat di halaman istana.
Oleh karena itu, Adi menilai Istana Kepresidenan idealnya memang terbuka bagi siapa saja mulai dari tamu negara hingga seluruh elemen anak bangsa di Tanah Air.
Dalam konteks itu seluruhnya bahkan pengurus partai politik sekalipun berhak bertamu dan diterima oleh Presiden di kompleks Istana Kepresidenan.
Dari pintu istana Jokowi, semua berharap ada tahta untuk rakyat. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Partai Titipan Atas! PGR Daftar Kemenkum Usai Berjuang Keluar Masuk Kelurahan Bertahun-tahun
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Jelang 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Kumpulkan Menteri untuk Evaluasi Besar
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Parpol Tak Penuhi Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Diusulkan Didiskualifikasi
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan
-
Back-to-Back Juara! Kemenangan Fajar/Fikri di China Open 2026 Jadin Titik Balik Ganda Putra RI
-
Undang Wapres Hingga Dedi Mulyadi, Festival Merah Putih Kota Bogor Siap Digelar 9 Agustus
-
Kapitra Ampera Sebut Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Maling Gede
-
Misi Lahirkan Srikandi Baru, Kejurnas Panahan Junior 2026 Diikuti 906 Atlet dari 29 Provinsi