- Serangan udara diduga dilakukan oleh militer AS terhadap Sekolah Dasar Minab, Iran, menyebabkan kematian 168 orang.
- Presiden Trump menolak tanggung jawab dan justru menyalahkan kebijakan provokatif pemerintah Iran atas eskalasi tersebut.
- Iran membantah tuduhan Trump, menyebutnya upaya menutupi kejahatan perang, dan menuntut pertanggungjawaban internasional atas korban sipil.
Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah muncul laporan mengenai serangan udara yang diduga dilakukan oleh militer Amerika Serikat (AS) terhadap sebuah sekolah dasar di Minab, Iran.
Merujuk laporan terbaru Reuters, insiden mematikan ini dilaporkan telah merenggut nyawa sedikitnya 168 orang, yang mayoritas di antaranya adalah anak-anak sekolah dan tenaga pendidik.
Tragedi ini memicu gelombang kecaman internasional, namun respons dari Washington, khususnya dari Donald Trump, justru menambah bensin ke dalam api perselisihan.
Laporan dari lapangan menggambarkan kondisi yang sangat memprihatinkan di lokasi kejadian. Bangunan Sekolah Dasar Minab hancur lebur akibat hantaman proyektil yang diduga kuat berasal dari aset militer Amerika Serikat yang beroperasi di kawasan tersebut.
Tim penyelamat dan warga lokal bekerja keras di antara puing-puing bangunan untuk mengevakuasi jenazah para korban.
Angka 168 kematian menjadikannya salah satu insiden dengan korban jiwa sipil terbesar dalam sejarah gesekan militer antara kedua negara dalam beberapa dekade terakhir.
Donald Trump, dalam pernyataan resminya, memberikan tanggapan yang mengejutkan publik dunia.
Alih-alih memberikan pernyataan bela sungkawa atau menjanjikan investigasi menyeluruh atas dugaan salah sasaran tersebut, Trump justru melontarkan tuduhan balik kepada pemerintah Iran.
Trump bersikeras bahwa eskalasi yang terjadi adalah akibat dari kebijakan Teheran sendiri.
Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Panglima TNI Perintahkan Prajurit Siaga 1
"Teheran memikul tanggung jawab penuh atas situasi ini karena terus memprovokasi dan membahayakan rakyatnya sendiri demi agenda politik mereka," ujar Trump dalam menanggapi laporan serangan tersebut.
Trump berargumen bahwa kehadiran militer Iran di sekitar fasilitas sipil atau tindakan provokatif Iranlah yang memicu terjadinya insiden bersenjata tersebut.
Pemerintah Iran melalui kementerian luar negerinya segera membantah klaim Trump dan menyebutnya sebagai upaya untuk menutupi kejahatan perang.
Teheran menegaskan bahwa sekolah tersebut murni fasilitas pendidikan dan tidak ada aktivitas militer di sekitarnya saat serangan terjadi.
Mereka menuntut pertanggungjawaban internasional atas kematian 168 warga sipil yang tidak berdosa tersebut.
Dunia internasional kini menyoroti bagaimana AS akan membuktikan klaim mereka atau apakah akan ada investigasi independen yang dilakukan oleh badan-badan dunia seperti PBB.
Berita Terkait
-
Timur Tengah Memanas, Panglima TNI Perintahkan Prajurit Siaga 1
-
Radar THAAD di Yordania Hancur, Kerugian AS Tembus Rp 33,8 Triliun
-
Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
-
Profil Qatar Airways: Maskapai Cetak Rekor Laba Fantastis, Kini Tertekan Perang
-
Krisis Ekologi yang Terabaikan di Balik Rudal Perang AS-Israel dan Iran
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
Hotman Paris Mundur Jadi Pengacara Febrie Adriansyah, Alasan Kena Saraf Kejepit
-
Satgas PPKPT Pastikan Kampus Jadi Ruang Aman dari Kekerasan dan Perundungan
-
Bedak OMG untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Ini Rekomendasi Shade agar Tidak Abu-Abu
-
6 Warna Bedak Make Over yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
-
Siapa yang Paling Dirugikan Jika Perang AS - Iran Makin Besar dan Meluas?
-
AHY Bilang Truk Odol Biang Kerok Jalanan Rusak, RI Harus Keluar Duit Rp40 T Setiap Tahun
-
Status 3.600 PPPK Paruh Waktu Dinkes DKI Masih Menggantung, NRK Belum Juga Terbit
-
Bukan Sekadar Pakai Kacamata, Ini Cara Memperlambat Perkembangan Mata Minus pada Anak
-
Mobil Listrik Termurah Harga Berapa? Ini 5 Rekomendasi yang Bisa Kamu Beli di Indonesia
-
Pria Ditemukan Duduk Membungkuk Meninggal Dalam Kamar Hotel di Pekanbaru