Suara.com - Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) menyatakan air minum kemasan yang beredar di Indonesia aman. Sebab sampai kini belum ada hitungan ambang batas partikel plastik.
Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengatakan penelian yang dilakukan ilmuwan dari state University of New York, Amerika Serikat tentang partikel plastik di air minum kemasan masih sebatas kajian.
"Tapi apakah kadar tersebut memberikan efek negatif? Toxifitas ke dalam tubuh manusia itu belum ada. Itu yang sekarang sedang dikaji oleh WHO," jelasnya di kantor BPOM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Jumar (16/3/2018).
BPOM mengklaim mengacu standard yang dikeluarkan WHO untuk memberikan izin peredaran air minum kemasan dalam botol plastik. Dia memastikan minuman dalan air kemasan harus mendekatkan pada Standart Nasional Indonesia (SNI). Proses pengujian SNI itu dilakukan sangat ketat.
"Di dalamnya ada kandungan fisiknya, partikular, kandungan kimia, yang kadar sekian adalah maksimum yang dibolehkan. Selebihnya dari itu akan mengganggu kesehatan. Itu ada standartnya, kimia dan baktriologi," ujarnya.
"Saat ini masih dalam batas aman. Belum ada batasan untuk mikro plastik," katanya.
Karena penemuan ini baru ditemukan, lebih lanjut yang kita tunggu ialah efeknya sampai sejauh mana kadar dibolehkan ada dan sampai sejauh mana tidak boleh.
"Hidup ini berhadapan dengan banyak resiko, sekarang saja, udara yang kita hirup mengandung mikro plastik dan terkontaminasi di mana-mana. Lalu, sumber plastik itu kan kalau untuk air lebih dari bahan bakunya dari air sungai yang sudah terkena pencemaran plastik yang mengurai misalnya. Semua harus kita uji dulu," tandasnya.
Baca Juga: Polisi Tunggu Masyarakat Laporkan Air Kemasan Berpartikel Plastik
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Ekstrem di Jabodetabek Hingga 17 April
-
Sindiran Telak Mark Carney ke Trump, Kanada Perkuat Gerakan Boikot Produk AS
-
Sinergi BNI dan Pemerintah Dorong Hunian Layak serta Ekonomi Rakyat di Manado
-
Kisah Anak-anak Iran di Tengah Perang: Aku Stres Banyak Suara Ledakan, Berlindung Agar Tak Terbunuh
-
Cuaca Ekstrem Terjang Jaktim Kemarin, Belasan Pohon Tumbang Timpa Ruko dan Kendaraan Warga
-
Wapres AS Kena Troll Kedubes Iran: Gagal Pimpin Negosiasi dan Disorot Usai Orban Kalah Pemilu
-
Warga Iran Lega Gencatan Senjata, Tapi PHK Sudah di Mana-mana dan Hidup 'Ngap-ngapan'
-
Unggah Foto Bak Yesus, Trump Serang Paus Leo XIV: Dasar Pemimpin Lemah!
-
Bahlil Ikut Prabowo ke Rusia, Misi Amankan Pasokan Minyak RI di Tengah Gejolak Global
-
Tegas! PM Kanada Putus Ketergantungan kepada AS, Mark Carney: Kami Akan Berdikari