Suara.com - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menanggapi hasil penelitian yang menemukan adanya partikel plastik dalam kandungan air mineral berbagai merk.
Polisi baru membuka penyelidikan bila masyarakat menemukan kemasan air mineral ternama itu telah terkontaminasi oleh partikel-partikel plastik.
"Tentu kita menunggu laporan dari masyarakat kita kan nggak bisa bergerak tanpa adanya laporan," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jumat (16/3/2018).
Jika masyarakat telah melapor, polisi akan menindaklanjuti laporan dengan meminta keterangan ahli.
"Itu kita bergerak berdasarkan ahli nanti kan dia yang menyampaikan kepada kami apakah ditemukan ada dugaan pidana atau tidak," katanya.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa air mineral ternama termasuk Aqua disebutkan telah tercampur partikel-partikel plastik.
Adapun partikel plastik yang ditemukan terdiri dari polypropylene, nylon, dan polyethylene terephthalate (PET). Material-material ini biasa digunakan untuk membuat tutup botol.
"Dalam studi ini, 65 persen partikel yang kami temukan berupa fragmen dan bukan serat," jelas Sherri Mason dari State University of New York, Amerika Serikat, yang memimpin penelitian itu.
"Menurut saya partikel-partikel ini berasal dari proses pengemasan air dalam botol. Sebagian besar plastik yang kami temukan diduga berasal dari botol itu sendiri, datang dari tutupan botol, dan dari proses industri pengemasan air dalam botol," imbuh dia.
Baca Juga: Ponakan Setnov Bantah Kode Amplop Suap Pakai Nama Minuman Keras
Konsentrasi partikel yang ditemukan dalam satu botol antara "nol sampai lebih dari 10.000 partikel," demikian bunyi laporan tersebut.
Meski demikian, menurut para ahli belum diketahui jelas apa bahaya partikel plastik itu terhadap kesehatan manusia. Tetapi, Mason memperingatkan ada hubungan antara partikel plastik dengan beberapa tipe kanker, menurunkan kualitas sperma, hingga meningkatkan risiko autisme.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas