Suara.com - Ahed Tamimi, remaja perempuan Palestina, divonis 8 bulan penjara oleh pengadilan Israel karena menampar seorang prajurit mereka pada akhir tahun 2017.
Tamimi menjadi ikon baru perlawanan Palestina, setelah video dirinya menampar prajurit Israel yang menembak sepupunya viral di media sosial. Akibat video itu pula ia ditangkap pada 19 Desember 2017.
Sejak akhir tahun lalu, Tamimi sudah ditahan selama tiga bulan oleh militer Israel. Karenanya, dengan vonis 8 bulan penjara tersebut, ia hanya perlu mendekam di sel tahanan selama 5 bulan ke depan. Tamimi akan bebas pada Juli tahun ini.
Dalam persidangan putusan, seperti dilansir Telegraph, Rabu (21/3/2018), Tamimi mau menerima vonis tersebut. Sebagai balasan, Israel akan menghentikan dakwaan-dakwaan lain terhadap Tamimi.
Vonis yang dijatuhkan pengadilan sipil itu sendiri, masih dalam proses persetujuan pengadilan militer.
Vonis 8 bulan penjara itu dianggap sebagai kemenangan oleh warga Palestina. Sebab, dalam persidangan, jaksa Israel menuntut Tamimi dihukum penjara selama 3 tahun.
"Semangatnya untuk melawan penjajahan Israel , keberaniannya selama di dalam penjara dan di muka pengadilan, menjadi inspirasi anak-anak Palestina untuk terus berjuang," kata Koordinator Kampanye Pembebasan Ahed Tamimi, Fadi Quran.
Ahed mendapat penghargaan Handala Courage Award atas keberaniannya melawan tentara Israel ketika kakaknya ditahan pada tahun 2012.
Baca Juga: Pasca Banjir Bandang, Kota Bandung Siaga Satu
Ketika itu, Ahed yang masih berusia 10 tahun, beserta keluarganya, melawan tentara Zionis ketika hendak menyeret sang kakak.
Handala Courage Award diambil dari nama Handala, karakter buatan kartunis Palestina Naji Salim al-Ali yang kerap muncul memprotes penjajahan Yahudi atas Palestina dan kebijakan negara Israel.
Sebelum kali terakhir ditangkap, video rekaman Ahed Tamimi dan seorang bocah perempuan lainnya menampar tentara Israel viral di media sosial.
Video itu diketahui direkam pada Jumat (15/12). Dalam video tersebut, keduanya tampak beradu mulut dengan sejumlah tentara Israel.
Setelah adu mulut, Ahed dan rekannya didorong oleh tentara Israel. Sebagai balasan, Ahed menampar salah satu tentara Israel. Tentara Israel yang ditampar Ahed tampak tak melawan.
Berita Terkait
-
Jual Senjata di Gaza, Pegawai Konsulat Prancis Ditahan Israel
-
Sapri Sale: Anak Pesantren Mengenal Israel dari Bahasa Ibrani
-
Artis Israel di-Bully saat Berbelasungkawa ke Stephen Hawking
-
Palestina Tuntut Donald Trump dan PM Israel di ICC
-
Lelaki Muslim Ini Buka Kursus Bahasa Israel Pertama di Indonesia
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan